MATEMATIKA

 Semester 1: Bilangan, Pengukuran, dan Dasar Geometri

1. Bilangan Bulat dan Operasi Hitung

Apa itu Bilangan Bulat?
Bilangan bulat terdiri dari tiga bagian: bilangan positif (1, 2, 3, …), nol (0), dan bilangan negatif (-1, -2, -3, …). Bilangan negatif bisa ditemui dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saat menunjukkan suhu di bawah nol atau kedalaman di bawah permukaan laut .

Operasi pada Bilangan Bulat
Kunci penting saat menjumlahkan atau mengurangkan bilangan bulat adalah memperhatikan tandanya.

  • Jika tandanya berbeda (positif + negatif): Kurangkan angka yang lebih besar dengan yang lebih kecil, lalu beri tanda sesuai angka yang lebih besar.
    • Contoh: 5 + (-7) = -2 (karena 7 lebih besar dari 5, hasilnya negatif) .
  • Jika tandanya sama (positif + positif atau negatif + negatif): Jumlahkan saja, lalu beri tanda yang sama.
    • Contoh: -3 + (-4) = -7 .

Operasi Hitung Campuran
Selain penjumlahan dan pengurangan, siswa juga akan mempelajari perkalian dan pembagian, serta aturan pengerjaan operasi hitung campuran (perkalian/pembagian dikerjakan lebih dulu daripada penjumlahan/pengurangan) .


2. Pecahan

Pengertian Pecahan
Pecahan digunakan untuk menyatakan bagian dari keseluruhan. Sebuah pecahan terdiri dari pembilang (angka di atas) dan penyebut (angka di bawah). Misalnya, dalam pecahan 1/4, angka 1 adalah pembilang dan angka 4 adalah penyebut .

Jenis-Jenis Pecahan

  • Pecahan Biasa: 1/2, 2/3, 5/8.
  • Pecahan Campuran: 1 1/2 (satu setengah), terdiri dari bilangan bulat dan pecahan biasa .
  • Pecahan Desimal dan Persen: Contohnya 0,5 atau 50% .

Operasi Hitung Pecahan
Syarat utama untuk menjumlahkan atau mengurangkan pecahan adalah penyebutnya harus sama. Jika berbeda, kita harus menyamakannya terlebih dahulu dengan mencari KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil) dari kedua penyebut.

  • Contoh Penjumlahan:
    2/3 + 1/4 = 8/12 + 3/12 = 11/12 .

3. Pengukuran

Di kelas 4, siswa belajar mengukur dan menghitung berbagai hal.

  • Satuan Waktu: Mengubah satuan waktu, misalnya jam ke menit. Contoh: 1 jam 15 menit = 75 menit .
  • Satuan Panjang dan Berat: Memahami konversi antar satuan, seperti 1 meter = 100 centimeter atau 1 kilogram = 1000 gram .
  • Pengukuran Luas: Belajar mengukur luas bangun datar, seperti persegi dan persegi panjang, baik menggunakan satuan tidak baku (misal, ubin) maupun satuan baku (misal, cm²) .

4. Geometri Dasar: Bangun Datar

Siswa akan mengenal berbagai bangun datar dan sifat-sifatnya .

  • Persegi: Memiliki 4 sisi sama panjang dan 4 sudut siku-siku.
  • Persegi Panjang: Memiliki 2 pasang sisi yang sama panjang dan 4 sudut siku-siku.
  • Segitiga: Memiliki 3 sisi dan 3 sudut. Ada berbagai jenis, seperti segitiga sama sisi dan segitiga siku-siku.
  • Lingkaran: Bangun datar yang tidak memiliki sudut.

Menghitung Keliling dan Luas

  • Keliling Persegi: 4 x sisi .
  • Luas Persegi Panjang: panjang x lebar.

📐 Semester 2: Geometri Lanjutan, Data, dan Pola

1. Geometri Lanjutan: Bangun Ruang

Berbeda dengan bangun datar, bangun ruang memiliki tiga dimensi (panjang, lebar, dan tinggi) dan memiliki volume .

  • Kubus: Contohnya dadu. Semua sisinya berbentuk persegi yang sama besar.
  • Balok: Contohnya kotak sepatu. Sisinya berbentuk persegi panjang.
  • Prisma Segitiga: Bentuknya seperti atap rumah.
  • Limas: Bentuknya menyerupai piramida.

Siswa akan mulai belajar menghitung volume bangun ruang sederhana seperti kubus dan balok .


2. Statistika dan Data

Siswa belajar mengumpulkan data dan menyajikannya dalam bentuk yang mudah dibaca .

  • Diagram Batang: Menyajikan data dengan batang-batang vertikal atau horizontal.
  • Diagram Lingkaran: Menyajikan data dalam bentuk potongan lingkaran.
  • Rata-rata Hitung: Belajar mencari nilai rata-rata dari sekumpulan data.

3. Pola Gambar dan Pola Bilangan

Materi ini mengajarkan siswa untuk menemukan aturan atau pola dalam suatu susunan gambar atau angka .

  • Contoh Pola Bilangan Meningkat: 5, 9, 13, 17, … (selalu +4). Maka angka selanjutnya adalah 21 .
  • Contoh Pola Bilangan Menurun: 34, 27, 20, 13, … (selalu -7). Maka angka selanjutnya adalah 6 .

Bahan Ajar Matematika Kelas 4 SD – Kurikulum Merdeka

Berikut adalah rangkuman lengkap materi Matematika untuk kelas 4 SD/MI berdasarkan Kurikulum Merdeka. Materi dibagi ke dalam beberapa bab besar yang mencakup bilangan, pengukuran, geometri, dan analisis data.


📘 BAB 1: BILANGAN CACAH SAMPAI 10.000

A. Nilai Tempat Bilangan

Setiap angka dalam suatu bilangan memiliki nilai tempat sesuai posisinya.

AngkaRibuanRatusanPuluhanSatuan
3.4563456

Cara membaca: Tiga ribu empat ratus lima puluh enam.
Nilai tempat: 3 bernilai 3.000, 4 bernilai 400, 5 bernilai 50, 6 bernilai 6.


B. Membandingkan dan Mengurutkan Bilangan

Cara membandingkan:

  1. Bandingkan jumlah digitnya (bilangan dengan digit lebih banyak nilainya lebih besar)
  2. Jika sama, bandingkan angka dari kiri ke kanan

Contoh: 3.456 … 3.465

  • Digit sama banyak (4 digit)
  • Ribuan sama (3 = 3)
  • Ratusan sama (4 = 4)
  • Puluhan: 5 < 6, maka 3.456 < 3.465

C. Operasi Hitung Bilangan Cacah

1. Penjumlahan dan Pengurangan
  • Penjumlahan: dilakukan dengan cara bersusun ke bawah, mulai dari satuan
  • Pengurangan: dilakukan dengan cara bersusun ke bawah (jika perlu meminjam)

Contoh penjumlahan: 3.456 + 2.378 = 5.834

text

  3.456
  2.378
________ +
  5.834

Contoh pengurangan: 5.834 – 2.378 = 3.456

text

  5.834
  2.378
________ -
  3.456

2. Perkalian dan Pembagian

Perkalian adalah penjumlahan berulang.

Contoh: 4 × 25 = 25 + 25 + 25 + 25 = 100

Pembagian adalah kebalikan dari perkalian.

Contoh: 100 ÷ 4 = 25 (karena 4 × 25 = 100)


3. Operasi Hitung Campuran

Aturan prioritas operasi:

  1. Kerjakan yang ada dalam tanda kurung terlebih dahulu
  2. Kerjakan perkalian dan pembagian dari kiri ke kanan
  3. Kerjakan penjumlahan dan pengurangan dari kiri ke kanan

Contoh: 25 + 5 × 4 – 8 ÷ 2
= 25 + 20 – 4
= 41

Contoh dengan kurung: (25 + 5) × (4 – 8 ÷ 2)
= 30 × (4 – 4)
= 30 × 0
= 0


📗 BAB 2: BILANGAN BULAT

A. Pengertian Bilangan Bulat

Bilangan bulat terdiri dari:

  • Bilangan positif: 1, 2, 3, 4, …
  • Nol: 0
  • Bilangan negatif: -1, -2, -3, -4, …

Garis bilangan bulat:

text

... -5  -4  -3  -2  -1   0   1   2   3   4   5 ...
        ← negatif        │  positif →

B. Membandingkan Bilangan Bulat

  • Semakin ke kanan pada garis bilangan, nilainya semakin besar
  • Bilangan negatif selalu lebih kecil dari bilangan positif
  • Dari dua bilangan negatif, yang lebih besar adalah yang angkanya lebih kecil

Contoh: -5 < -3 < 0 < 2 < 4


C. Operasi Hitung Bilangan Bulat

OperasiContohAturan
Positif + Positif5 + 3 = 8Hasil positif
Negatif + Negatif-5 + (-3) = -8Hasil negatif
Positif + Negatif5 + (-3) = 2Kurangi, tanda ikuti angka terbesar
Negatif + Positif-5 + 3 = -2Kurangi, tanda ikuti angka terbesar

Pengurangan Bilangan Bulat:

Ingat! Mengurangi sama dengan menambah lawan bilangannya.
a – b = a + (-b)

Contoh:

  • 8 – 5 = 8 + (-5) = 3
  • 8 – (-5) = 8 + 5 = 13
  • -8 – 5 = -8 + (-5) = -13

D. Penggunaan Bilangan Bulat dalam Kehidupan

KejadianBilangan Bulat
Suhu di bawah 0°C-5°C
Di bawah permukaan laut-30 m
Hutang-Rp50.000
Ketinggian gunung3.000 m
Suhu ruangan25°C

📙 BAB 3: PECAHAN

A. Pengertian Pecahan

Pecahan adalah bagian dari keseluruhan.

text

     1       ← Pembilang
    ───
     4       ← Penyebut

Pembilang: angka di atas garis (menunjukkan jumlah bagian yang diambil)
Penyebut: angka di bawah garis (menunjukkan jumlah bagian keseluruhan)


B. Jenis-Jenis Pecahan

JenisPenjelasanContoh
Pecahan BiasaPembilang < penyebut (pecahan sejati)2/5, 3/7, 4/9
Pecahan Tidak SejatiPembilang > penyebut7/4, 9/5, 12/7
Pecahan CampuranBilangan bulat + pecahan biasa1 2/5, 3 3/4
Pecahan DesimalPenyebut 10, 100, 10000,5 ; 0,75 ; 0,125
PersenPenyebut 10025%, 50%, 75%

C. Pecahan Senilai

Pecahan senilai adalah pecahan yang nilainya sama.

Cara mencari pecahan senilai: kalikan atau bagi pembilang dan penyebut dengan angka yang sama.

Contoh: 1/2 = 2/4 = 3/6 = 4/8 = 5/10

text

1     2     3     4     5
─  = ── = ── = ── = ──
2     4     6     8     10

D. Menyederhanakan Pecahan

Pecahan disederhanakan dengan membagi pembilang dan penyebut dengan FPB (Faktor Persekutuan Terbesar).

Contoh: 6/8

  • Faktor 6: 1, 2, 3, 6
  • Faktor 8: 1, 2, 4, 8
  • FPB = 2
  • 6/8 = (6÷2)/(8÷2) = 3/4

E. Membandingkan Pecahan

Jika penyebut sama: bandingkan pembilangnya.

Contoh: 3/7 … 5/7 → 3/7 < 5/7

Jika penyebut berbeda: samakan penyebut terlebih dahulu.

Contoh: 2/3 … 3/5

  • KPK dari 3 dan 5 = 15
  • 2/3 = 10/15
  • 3/5 = 9/15
  • 10/15 > 9/15 → 2/3 > 3/5

F. Operasi Hitung Pecahan

1. Penjumlahan dan Pengurangan

Syarat: penyebut harus sama.

Contoh penjumlahan: 2/5 + 3/5 = 5/5 = 1

Contoh pengurangan: 4/7 – 2/7 = 2/7

Jika penyebut berbeda: samakan penyebut dengan KPK.

Contoh: 2/3 + 1/4

  • KPK 3 dan 4 = 12
  • 2/3 = 8/12
  • 1/4 = 3/12
  • 8/12 + 3/12 = 11/12

2. Perkalian Pecahan

Caranya: pembilang × pembilang, penyebut × penyebut.

Contoh: 2/3 × 3/5 = 6/15 = 2/5

Perkalian pecahan campuran: ubah ke pecahan biasa terlebih dahulu.

Contoh: 1 1/2 × 2/3
= 3/2 × 2/3
= 6/6
= 1


3. Pembagian Pecahan

Caranya: balik pecahan pembagi, lalu kalikan.

Contoh: 2/3 ÷ 3/5 = 2/3 × 5/3 = 10/9 = 1 1/9


📒 BAB 4: PENGUKURAN

A. Satuan Waktu

Hubungan Satuan Waktu
1 menit = 60 detik
1 jam = 60 menit
1 hari = 24 jam
1 minggu = 7 hari
1 bulan = 30 hari (atau 28, 29, 31)
1 tahun = 12 bulan = 365 hari

Contoh konversi:

  • 2 jam = 2 × 60 = 120 menit
  • 180 menit = 180 ÷ 60 = 3 jam
  • 1 jam 30 menit = 60 + 30 = 90 menit

B. Satuan Panjang

Tangga satuan panjang (turun × 10, naik ÷ 10):

text

km  →  hm  →  dam  →  m  →  dm  →  cm  →  mm
        (turun 1 tangga × 10)
        (naik 1 tangga ÷ 10)

Contoh konversi:

  • 3 km = 3 × 1.000 = 3.000 m
  • 500 cm = 500 ÷ 100 = 5 m
  • 2 km + 300 m = 2.000 + 300 = 2.300 m

C. Satuan Berat

Tangga satuan berat (turun × 10, naik ÷ 10):

text

kg  →  hg  →  dag  →  g  →  dg  →  cg  →  mg

Perhatikan! Satuan selain gram:

  • 1 ton = 1.000 kg
  • 1 kuintal = 100 kg
  • 1 kg = 10 ons

Contoh konversi:

  • 3 kg = 3 × 1.000 = 3.000 g
  • 2.500 g = 2.500 ÷ 1.000 = 2,5 kg
  • 2 kg + 500 g = 2.000 + 500 = 2.500 g

D. Satuan Volume

Satuan volume (untuk zat cair):

text

Liter (L) atau kubik (m³, dm³, cm³)

Hubungan:

  • 1 liter = 1 dm³
  • 1 m³ = 1.000 dm³ = 1.000 L
  • 1 L = 1.000 mL

Contoh:

  • 3 L = 3.000 mL
  • 5.000 mL = 5 L

📐 BAB 5: GEOMETRI BANGUN DATAR

A. Berbagai Bangun Datar

NamaGambarSifat
Persegi– 4 sisi sama panjang
– 4 sudut siku-siku (90°)
– 2 pasang sisi sejajar
Persegi Panjang– 2 pasang sisi sama panjang
– 4 sudut siku-siku (90°)
Segitiga– 3 sisi
– 3 sudut (total 180°)
Jajar Genjang– 2 pasang sisi sejajar
– Sudut berhadapan sama besar
Trapesium– Memiliki sepasang sisi sejajar
Lingkaran– Tidak memiliki sudut
– Memiliki jari-jari dan diameter

B. Keliling Bangun Datar

Keliling = jumlah semua sisi bangun datar.

Bangun DatarRumus Keliling
PersegiK = 4 × s
Persegi PanjangK = 2 × (p + l)
SegitigaK = a + b + c
Jajar GenjangK = 2 × (a + b)
LingkaranK = π × d atau 2 × π × r

C. Luas Bangun Datar

Luas = ukuran daerah di dalam bangun datar.

Bangun DatarRumus Luas
PersegiL = s × s = s²
Persegi PanjangL = p × l
SegitigaL = ½ × a × t
Jajar GenjangL = a × t
TrapesiumL = ½ × (a + b) × t
LingkaranL = π × r²

Contoh:

  • Luas persegi dengan sisi 5 cm = 5 × 5 = 25 cm²
  • Luas persegi panjang p=8 cm, l=6 cm = 8 × 6 = 48 cm²

🧊 BAB 6: GEOMETRI BANGUN RUANG

A. Jenis-Jenis Bangun Ruang

Bangun RuangSifatContoh Benda
Kubus– 6 sisi berbentuk persegi
– 12 rusuk sama panjang
– 8 titik sudut
Dadu, kotak kado
Balok– 6 sisi berbentuk persegi panjang
– 12 rusuk (3 kelompok)
– 8 titik sudut
Kotak sepatu, lemari
Prisma Segitiga– 5 sisi (2 segitiga, 3 persegi panjang)
– 9 rusuk
– 6 titik sudut
Atap rumah
Limas– Sisi alas segi-n
– Sisi tegak segitiga
Piramida

B. Volume Bangun Ruang

Volume = ukuran ruang yang dapat ditempati oleh bangun ruang.

Bangun RuangRumus Volume
KubusV = s × s × s = s³
BalokV = p × l × t
Prisma SegitigaV = Luas alas × t = (½ × a × t_alas) × t_tinggi
LimasV = ⅓ × Luas alas × t

Contoh:

  • Volume kubus s=5 cm = 5 × 5 × 5 = 125 cm³
  • Volume balok p=8 cm, l=6 cm, t=4 cm = 8 × 6 × 4 = 192 cm³

📊 BAB 7: STATISTIKA DAN DATA

A. Pengumpulan dan Penyajian Data

Data adalah kumpulan informasi yang diperoleh dari suatu pengamatan.

Data dapat disajikan dalam bentuk:

  1. Tabel
  2. Diagram batang
  3. Diagram lingkaran
  4. Piktogram (gambar)

B. Diagram Batang

Diagram batang menggunakan batang vertikal atau horizontal untuk menunjukkan jumlah data.

Contoh: Data Olahraga Favorit Kelas 4

OlahragaJumlah Siswa
Sepak Bola12
Bulu Tangkis8
Renang6
Basket4

C. Rata-rata Hitung (Mean)

Rata-rata = Jumlah seluruh data ÷ Banyak data

Contoh: Nilai ulangan 5 siswa: 80, 85, 90, 75, 80

Jumlah = 80 + 85 + 90 + 75 + 80 = 410
Banyak data = 5
Rata-rata = 410 ÷ 5 = 82


D. Modus, Median, dan Jangkauan

IstilahPenjelasanContoh
ModusData yang paling sering munculNilai yang paling banyak: 80 (muncul 2 kali)
MedianNilai tengah setelah diurutkan75, 80, 80, 85, 90 → median = 80
JangkauanData terbesar – data terkecil90 – 75 = 15

🔢 BAB 8: POLA BILANGAN DAN POLA GAMBAR

A. Pola Bilangan

Pola bilangan adalah susunan angka yang memiliki aturan tertentu.

Beberapa pola bilangan:

PolaAturanContoh
Bilangan Ganjil+21, 3, 5, 7, 9, 11, …
Bilangan Genap+22, 4, 6, 8, 10, 12, …
Bilangan Segitiga+2, +3, +4, …1, 3, 6, 10, 15, 21, …
Pola Penjumlahan+32, 5, 8, 11, 14, …
Pola Perkalian×22, 4, 8, 16, 32, …

B. Pola Gambar

Pola gambar adalah susunan bentuk atau gambar yang berulang secara teratur.

Contoh: 🌸🌺🌸🌺🌸🌺
Pola: berulang setiap 2 gambar (bunga-bunga)

Contoh soal:
Perhatikan pola berikut: 🔴🟢🔵🔴🟢🔵🔴🟢🔵…
Warna ke-10 adalah? → 🔴 (karena 10 ÷ 3 sisa 1)


📝 Rangkuman Rumus Penting

TopikRumus
Keliling PersegiK = 4 × s
Luas PersegiL = s × s
Keliling Persegi PanjangK = 2 × (p + l)
Luas Persegi PanjangL = p × l
Luas SegitigaL = ½ × a × t
Volume KubusV = s × s × s
Volume BalokV = p × l × t
Rata-rataJumlah data ÷ Banyak data

❓ Pertanyaan Latihan

  1. Tentukan nilai tempat dari angka 7 pada bilangan 7.258!
  2. Hitung: 24 + 36 × 2 – 15 ÷ 3 = ?
  3. Sederhanakan pecahan 12/16!
  4. Berapa luas persegi panjang dengan panjang 15 cm dan lebar 8 cm?
  5. Berapakah rata-rata dari data: 90, 85, 95, 80, 100?

🎯 Tips Belajar

  1. Pahami konsep terlebih dahulu, jangan hanya menghapal rumus
  2. Latihan soal secara rutin dari yang mudah ke yang sulit
  3. Gambar ilustrasi untuk membantu memahami soal cerita
  4. Tulis langkah pengerjaan dengan rapi agar tidak salah
  5. Jangan ragu bertanya jika ada yang belum dipahami

Semoga bahan ajar ini bermanfaat! 😊 Ada topik tertentu yang ingin kamu pelajari lebih dalam?

Bahan Ajar Matematika Kelas 4: Pecahan

Berikut adalah materi lengkap tentang Pecahan untuk kelas 4 SD berdasarkan Kurikulum Merdeka. Materi ini mencakup pengertian, jenis-jenis, pecahan senilai, menyederhanakan, membandingkan, mengurutkan, hingga operasi hitung pecahan.


📘 A. Pengertian Pecahan

Pecahan adalah bagian dari keseluruhan atau bagian dari suatu kumpulan benda.

text

     3       ← Pembilang (jumlah bagian yang diambil)
    ───
     4       ← Penyebut (jumlah bagian keseluruhan)

Pembilang: angka di atas garis pecahan
Penyebut: angka di bawah garis pecahan

Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

📌 Sebuah kue dipotong menjadi 4 bagian sama besar. Jika kamu mengambil 1 bagian, maka kamu memiliki 1/4 bagian kue.

📌 Kelas terdiri dari 30 siswa, 12 di antaranya perempuan. Maka pecahan siswa perempuan adalah 12/30.


📗 B. Jenis-Jenis Pecahan

Jenis PecahanPenjelasanContoh
Pecahan Biasa (Sejati)Pembilang < Penyebut2/5, 3/7, 4/9, 1/2
Pecahan Tidak SejatiPembilang > Penyebut7/4, 9/5, 12/7, 8/3
Pecahan CampuranBilangan bulat + pecahan biasa1⅔, 2¾, 3½, 5⅛
Pecahan DesimalPenyebut 10, 100, 1000, …0,5 ; 0,75 ; 0,125
Persen (%)Penyebut 10025%, 50%, 75%, 100%

Cara Mengubah Pecahan

1. Pecahan Tidak Sejati → Pecahan Campuran

Caranya: Bagi pembilang dengan penyebut. Hasil bagi menjadi bilangan bulat, sisa bagi menjadi pembilang baru.

Contoh: 7/4 = 7 ÷ 4 = 1 sisa 3 → 

text

  7     =   4 × 1 + 3    =   1 3/4
  ─                     
  4

Contoh lain: 11/5 = 11 ÷ 5 = 2 sisa 1 → 2⅕


2. Pecahan Campuran → Pecahan Tidak Sejati

Caranya: (Bilangan bulat × penyebut) + pembilang = pembilang baru.

Contoh: 2¾ = (2 × 4) + 3 = 8 + 3 = 11 → 11/4

Contoh lain: 3½ = (3 × 2) + 1 = 6 + 1 = 7 → 7/2


3. Pecahan → Desimal (penyebut 10, 100, 1000)

Caranya: Tulis pembilang dengan jumlah angka di belakang koma sesuai banyaknya nol pada penyebut.

PecahanCaraDesimal
3/103 di belakang koma (1 angka)0,3
7/1007 di belakang koma (2 angka)0,07
25/10025 di belakang koma (2 angka)0,25
5/10005 di belakang koma (3 angka)0,005

4. Desimal → Pecahan

Caranya: Tulis angka di belakang koma sebagai pembilang. Penyebut menyesuaikan banyaknya angka di belakang koma.

DesimalCaraPecahan
0,51 angka → penyebut 105/10 = 1/2
0,752 angka → penyebut 10075/100 = 3/4
0,1253 angka → penyebut 1000125/1000 = 1/8

5. Persen → Pecahan

Caranya: Ubah persen menjadi pecahan dengan penyebut 100, lalu sederhanakan.

Contoh:

  • 25% = 25/100 = 1/4
  • 50% = 50/100 = 1/2
  • 75% = 75/100 = 3/4
  • 40% = 40/100 = 2/5

📙 C. Pecahan Senilai

Pecahan senilai adalah pecahan-pecahan yang nilainya sama meskipun bentuknya berbeda.

Cara mencari pecahan senilai: Kalikan atau bagi pembilang dan penyebut dengan angka yang sama.

text

1      2      3      4      5      6
─  =  ──  =  ──  =  ──  =  ──  =  ──  =  ...
2      4      6      8      10     12

Contoh pecahan senilai untuk 3/5:

text

3      6      9      12     15
─  =  ──  =  ──  =  ──  =  ──
5      10     15     20     25

Cara Cepat Mengecek Pecahan Senilai

Perkalian silang: Dua pecahan dikatakan senilai jika hasil perkalian silangnya sama.

Contoh: Apakah 2/3 dan 6/9 senilai?

text

2     6
─  =  ──
3     9

2 × 9 = 18
3 × 6 = 18   →  Sama!  →  Jadi 2/3 = 6/9 (senilai) ✓

Contoh: Apakah 3/4 dan 5/7 senilai?

text

3 × 7 = 21
4 × 5 = 20   →  Tidak sama!  →  Jadi 3/4 ≠ 5/7 ✗

📒 D. Menyederhanakan Pecahan

Menyederhanakan pecahan berarti mengubah pecahan ke bentuk paling sederhana dengan membagi pembilang dan penyebut dengan FPB (Faktor Persekutuan Terbesar).

Langkah-langkah:

  1. Cari faktor dari pembilang
  2. Cari faktor dari penyebut
  3. Tentukan FPB-nya
  4. Bagi pembilang dan penyebut dengan FPB

Contoh 1: Sederhanakan 8/12

Faktor 8 = 1, 2, 4, 8
Faktor 12 = 1, 2, 3, 4, 6, 12
FPB = 4

text

8 ÷ 4     2
────  =  ──
12 ÷ 4    3

Jadi, 8/12 = 2/3


Contoh 2: Sederhanakan 18/24

Faktor 18 = 1, 2, 3, 6, 9, 18
Faktor 24 = 1, 2, 3, 4, 6, 8, 12, 24
FPB = 6

text

18 ÷ 6     3
─────  =  ──
24 ÷ 6     4

Jadi, 18/24 = 3/4


Contoh 3: Sederhanakan 20/25

Faktor 20 = 1, 2, 4, 5, 10, 20
Faktor 25 = 1, 5, 25
FPB = 5

text

20 ÷ 5     4
─────  =  ──
25 ÷ 5     5

Jadi, 20/25 = 4/5


📕 E. Membandingkan Pecahan

1. Jika Penyebut Sama

Caranya: Bandingkan pembilangnya. Semakin besar pembilang, semakin besar pecahannya.

Contoh: 3/7 … 5/7 → 3/7 < 5/7 (karena 3 < 5)

Contoh: 7/9 … 4/9 → 7/9 > 4/9 (karena 7 > 4)


2. Jika Pembilang Sama

Caranya: Bandingkan penyebutnya. Semakin kecil penyebut, semakin besar pecahannya.

Contoh: 2/3 … 2/5 → 2/3 > 2/5 (karena 3 < 5)

Contoh: 4/9 … 4/7 → 4/9 < 4/7 (karena 9 > 7)


3. Jika Penyebut dan Pembilang Berbeda

Caranya: Samakan penyebut terlebih dahulu dengan KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil), lalu bandingkan pembilangnya.

Contoh: Bandingkan 2/3 dan 3/4

  • KPK dari 3 dan 4 = 12
  • 2/3 = 2×4/3×4 = 8/12
  • 3/4 = 3×3/4×3 = 9/12
  • 8/12 < 9/12 → 2/3 < 3/4

Contoh: Bandingkan 5/6 dan 7/9

  • KPK dari 6 dan 9 = 18
  • 5/6 = 5×3/6×3 = 15/18
  • 7/9 = 7×2/9×2 = 14/18
  • 15/18 > 14/18 → 5/6 > 7/9

📘 F. Mengurutkan Pecahan

Langkah-langkah mengurutkan pecahan:

  1. Samakan penyebut semua pecahan (gunakan KPK)
  2. Bandingkan pembilangnya
  3. Urutkan sesuai permintaan (dari terkecil atau terbesar)

Contoh: Urutkan dari yang terkecil: 1/2, 3/4, 2/3, 5/6

  • KPK dari 2, 4, 3, 6 = 12
  • 1/2 = 1×6/2×6 = 6/12
  • 3/4 = 3×3/4×3 = 9/12
  • 2/3 = 2×4/3×4 = 8/12
  • 5/6 = 5×2/6×2 = 10/12
  • Urutan pembilang: 6, 8, 9, 10
  • Urutan dari terkecil: 1/2, 2/3, 3/4, 5/6

Contoh: Urutkan dari yang terbesar: 2/5, 3/10, 1/2, 7/10

  • KPK dari 5, 10, 2, 10 = 10
  • 2/5 = 2×2/5×2 = 4/10
  • 3/10 = 3/10
  • 1/2 = 1×5/2×5 = 5/10
  • 7/10 = 7/10
  • Urutan pembilang dari terbesar: 7, 5, 4, 3
  • Urutan dari terbesar: 7/10, 1/2, 2/5, 3/10

📗 G. Operasi Hitung Pecahan


1. Penjumlahan Pecahan

Jika penyebut sama: Langsung jumlahkan pembilangnya.

Contoh: 2/7 + 3/7 = (2+3)/7 = 5/7

Jika penyebut berbeda: Samakan penyebut dengan KPK.

Contoh: 2/5 + 1/3

  • KPK dari 5 dan 3 = 15
  • 2/5 = 2×3/5×3 = 6/15
  • 1/3 = 1×5/3×5 = 5/15
  • 6/15 + 5/15 = 11/15

Penjumlahan Pecahan Campuran:

Cara 1: Ubah ke pecahan biasa terlebih dahulu.

Contoh: 1⅔ + 2¼

  • 1⅔ = (1×3+2)/3 = 5/3
  • 2¼ = (2×4+1)/4 = 9/4
  • KPK 3 dan 4 = 12
  • 5/3 = 20/12
  • 9/4 = 27/12
  • 20/12 + 27/12 = 47/12 = 3¹¹⁄₁₂

Cara 2: Jumlahkan bilangan bulat dan pecahan secara terpisah.

Contoh: 1⅔ + 2¼ = (1+2) + (2/3 + 1/4) = 3 + (8/12 + 3/12) = 3 + 11/12 = 3¹¹⁄₁₂


2. Pengurangan Pecahan

Jika penyebut sama: Langsung kurangkan pembilangnya.

Contoh: 7/9 – 4/9 = (7-4)/9 = 3/9 = 1/3

Jika penyebut berbeda: Samakan penyebut dengan KPK.

Contoh: 3/4 – 1/2

  • KPK dari 4 dan 2 = 4
  • 3/4 = 3/4
  • 1/2 = 1×2/2×2 = 2/4
  • 3/4 – 2/4 = 1/4

Pengurangan Pecahan Campuran:

Contoh: 3¼ – 1½

  • 3¼ = (3×4+1)/4 = 13/4
  • 1½ = (1×2+1)/2 = 3/2
  • KPK 4 dan 2 = 4
  • 13/4 – 6/4 = 7/4 = 1¾

3. Perkalian Pecahan

Caranya: Pembilang × pembilang, penyebut × penyebut, lalu sederhanakan.

Contoh: 2/3 × 3/5 = (2×3)/(3×5) = 6/15 = 2/5

Contoh: 3/4 × 2/7 = (3×2)/(4×7) = 6/28 = 3/14


Perkalian Pecahan Campuran:

Caranya: Ubah ke pecahan biasa, lalu kalikan.

Contoh: 1½ × 2⅔

  • 1½ = 3/2
  • 2⅔ = 8/3
  • 3/2 × 8/3 = 24/6 = 4

Contoh: 2¾ × 1⅕

  • 2¾ = 11/4
  • 1⅕ = 6/5
  • 11/4 × 6/5 = 66/20 = 33/10 = 3³⁄₁₀

4. Pembagian Pecahan

Caranya: Balik pecahan pembagi, lalu kalikan.

Ingat: a/b ÷ c/d = a/b × d/c

Contoh: 2/3 ÷ 3/5 = 2/3 × 5/3 = 10/9 = 1⅑

Contoh: 3/4 ÷ 1/2 = 3/4 × 2/1 = 6/4 = 3/2 = 1½


Pembagian Pecahan Campuran:

Caranya: Ubah ke pecahan biasa, lalu bagi (balik pecahan pembagi).

Contoh: 2½ ÷ 1¾

  • 2½ = 5/2
  • 1¾ = 7/4
  • 5/2 ÷ 7/4 = 5/2 × 4/7 = 20/14 = 10/7 = 1³⁄₇

📙 H. Menentukan Nilai Pecahan dari Suatu Bilangan

Caranya: Kalikan pecahan dengan bilangan tersebut.

Contoh: 1/4 dari 20 = 1/4 × 20 = 20/4 = 5

Contoh: 2/3 dari 18 = 2/3 × 18 = 36/3 = 12

Contoh: 3/5 dari 25 = 3/5 × 25 = 75/5 = 15


I. Soal Cerita Pecahan

Contoh 1: Ibu membeli 12 apel. 1/3 dari apel tersebut diberikan kepada tetangga. Berapa apel yang diberikan?

Jawab: 1/3 × 12 = 12/3 = 4 apel


Contoh 2: Andi memiliki 2¾ meter pita. Ia memberikan 1½ meter pita kepada adiknya. Berapa sisa pita Andi?

Jawab:

  • 2¾ = 11/4
  • 1½ = 3/2 = 6/4
  • 11/4 – 6/4 = 5/4 = 1¼ meter

Contoh 3: Sebuah kebun berbentuk persegi panjang dengan panjang 3½ m dan lebar 2⅓ m. Berapa luas kebun tersebut?

Jawab:

  • 3½ = 7/2
  • 2⅓ = 7/3
  • Luas = 7/2 × 7/3 = 49/6 = 8⅙ m²

📝 Rangkuman Rumus Pecahan

OperasiRumusContoh
Penjumlahan (penyebut sama)a/c + b/c = (a+b)/c2/7 + 3/7 = 5/7
Pengurangan (penyebut sama)a/c – b/c = (a-b)/c7/9 – 4/9 = 3/9
Perkaliana/b × c/d = (a×c)/(b×d)2/3 × 3/5 = 6/15
Pembagiana/b ÷ c/d = a/b × d/c2/3 ÷ 3/5 = 10/9
Pecahan Campuran → Biasaa b/c = (a×c+b)/c2¾ = 11/4

❓ Latihan Soal

  1. Sederhanakan pecahan berikut:
    a. 12/18 = ?
    b. 25/35 = ?
  2. Bandingkan pecahan berikut (gunakan < atau >):
    a. 3/7 … 5/9
    b. 2/5 … 3/8
  3. Urutkan dari yang terkecil: 3/5, 2/7, 1/2, 3/4
  4. Hitung operasi berikut:
    a. 2/5 + 3/5 = ?
    b. 7/8 – 3/8 = ?
    c. 3/4 × 5/6 = ?
    d. 4/5 ÷ 2/3 = ?
  5. Selesaikan soal cerita: Adik memiliki 2½ kg tepung. Ia menggunakan 1¾ kg untuk membuat kue. Berapa sisa tepung adik?

Selamat belajar! 😊 Ada yang ingin ditanyakan tentang materi ini?

Bahan Ajar Matematika Kelas 4: Pengukuran

Berikut adalah materi lengkap tentang Pengukuran untuk kelas 4 SD berdasarkan Kurikulum Merdeka. Materi ini mencakup satuan waktu, panjang, berat, volume, serta luas dan keliling bangun datar.


📘 A. Pengukuran Waktu

1. Hubungan Antar Satuan Waktu

HubunganKeterangan
1 menit= 60 detik
1 jam= 60 menit
1 hari= 24 jam
1 minggu= 7 hari
1 bulan= 28, 29, 30, atau 31 hari
1 tahun= 12 bulan = 365 hari (atau 366 hari tahun kabisat)
1 windu= 8 tahun
1 dasawarsa= 10 tahun
1 abad= 100 tahun
1 milenium= 1.000 tahun

2. Konversi Satuan Waktu

Dari jam ke menit (× 60):

  • 2 jam = 2 × 60 = 120 menit
  • 3,5 jam = 3,5 × 60 = 210 menit
  • ¼ jam = ¼ × 60 = 15 menit

Dari menit ke jam (÷ 60):

  • 180 menit = 180 ÷ 60 = 3 jam
  • 90 menit = 90 ÷ 60 = 1,5 jam = 1 jam 30 menit
  • 45 menit = 45 ÷ 60 = 0,75 jam = ¾ jam

Dari menit ke detik (× 60):

  • 5 menit = 5 × 60 = 300 detik
  • 2,5 menit = 2,5 × 60 = 150 detik

Dari detik ke menit (÷ 60):

  • 240 detik = 240 ÷ 60 = 4 menit
  • 150 detik = 150 ÷ 60 = 2,5 menit = 2 menit 30 detik

3. Operasi Hitung Satuan Waktu

Contoh 1: 3 jam 45 menit + 2 jam 30 menit

text

3 jam 45 menit
2 jam 30 menit
_______________ +
5 jam 75 menit = 6 jam 15 menit

(karena 75 menit = 1 jam 15 menit)

Contoh 2: 5 jam 20 menit – 2 jam 45 menit

text

5 jam 20 menit   → pinjam 1 jam dari 5 jam (jadikan 60 menit)
                  4 jam 80 menit
2 jam 45 menit
_______________ -
2 jam 35 menit

Contoh 3: 2 jam 15 menit × 3
= 6 jam 45 menit

Contoh 4: 6 jam 30 menit ÷ 2
= 3 jam 15 menit


4. Membaca Jam

Jam analog (jarum):

  • Jarum pendek menunjukkan jam
  • Jarum panjang menunjukkan menit (setiap angka × 5 menit)
  • Jarum detik menunjukkan detik

Contoh: Jika jarum pendek di angka 3 dan jarum panjang di angka 12 = pukul 03.00

Jam digital:

  • 08.30 = pukul 8 lewat 30 menit
  • 14.15 = pukul 2 siang lewat 15 menit (sistem 24 jam)

Konsep waktu:

  • Pukul 06.00 = jam 6 pagi
  • Pukul 12.00 = jam 12 siang
  • Pukul 18.00 = jam 6 sore (sistem 24 jam)
  • Pukul 22.00 = jam 10 malam (sistem 24 jam)

📗 B. Pengukuran Panjang

1. Tangga Satuan Panjang

text

        km (kilometer)
         ↓ × 10
        hm (hektometer)
         ↓ × 10
        dam (dekameter)
         ↓ × 10
         m (meter)
         ↓ × 10
        dm (desimeter)
         ↓ × 10
        cm (sentimeter)
         ↓ × 10
        mm (milimeter)

Aturan:

  • Turun 1 tangga × 10
  • Naik 1 tangga ÷ 10

2. Konversi Satuan Panjang

Contoh turun (× 10):

  • 2 km = 2 × 1.000 = 2.000 m
  • 5 m = 5 × 100 = 500 cm
  • 3 cm = 3 × 10 = 30 mm
  • 4 km = 4 × 100.000 = 400.000 cm

Contoh naik (÷ 10):

  • 2.000 m = 2.000 ÷ 1.000 = 2 km
  • 500 cm = 500 ÷ 100 = 5 m
  • 30 mm = 30 ÷ 10 = 3 cm
  • 40.000 cm = 40.000 ÷ 100.000 = 0,4 km

3. Tabel Konversi Lengkap

DariKeCaraContoh
kmm× 1.0003 km = 3.000 m
mcm× 1004 m = 400 cm
cmmm× 107 cm = 70 mm
mkm÷ 1.0005.000 m = 5 km
cmm÷ 100600 cm = 6 m
mmcm÷ 1080 mm = 8 cm

4. Operasi Hitung Satuan Panjang

Contoh 1: 3 km + 450 m = … m
= 3.000 m + 450 m = 3.450 m

Contoh 2: 5 m 20 cm + 3 m 45 cm = … cm
= 520 cm + 345 cm = 865 cm = 8 m 65 cm

Contoh 3: 8 km – 2 km 300 m = … m
= 8.000 m – 2.300 m = 5.700 m = 5 km 700 m

Contoh 4: 6 m 20 cm × 4 = … cm
= 620 cm × 4 = 2.480 cm = 24 m 80 cm


📙 C. Pengukuran Berat/Massa

1. Tangga Satuan Berat

text

        kg (kilogram)
         ↓ × 10
        hg (hektogram) = ons
         ↓ × 10
        dag (dekagram)
         ↓ × 10
         g (gram)
         ↓ × 10
        dg (desigram)
         ↓ × 10
        cg (sentigram)
         ↓ × 10
        mg (miligram)

Aturan:

  • Turun 1 tangga × 10
  • Naik 1 tangga ÷ 10

2. Satuan Berat Lainnya

SatuanHubungan
1 ton= 1.000 kg
1 kuintal= 100 kg
1 kg= 10 ons
1 ons= 100 gram
1 pon= 5 ons = 500 gram

3. Konversi Satuan Berat

Contoh turun (× 10):

  • 3 kg = 3 × 1.000 = 3.000 g
  • 5 kg = 5 × 10 = 50 ons
  • 2 ton = 2 × 1.000 = 2.000 kg
  • 4 kuintal = 4 × 100 = 400 kg

Contoh naik (÷ 10):

  • 2.500 g = 2.500 ÷ 1.000 = 2,5 kg
  • 40 ons = 40 ÷ 10 = 4 kg
  • 500 kg = 500 ÷ 100 = 5 kuintal
  • 2.000 kg = 2.000 ÷ 1.000 = 2 ton

4. Operasi Hitung Satuan Berat

Contoh 1: 3 kg + 500 g = … g
= 3.000 g + 500 g = 3.500 g

Contoh 2: 2 ton + 5 kuintal = … kg
= 2.000 kg + 500 kg = 2.500 kg

Contoh 3: 7 kg – 2 kg 300 g = … kg
= 7 kg – 2,3 kg = 4,7 kg = 4 kg 700 g

Contoh 4: 4 kg 200 g + 2 kg 350 g = … g
= 4.200 g + 2.350 g = 6.550 g = 6 kg 550 g

Contoh 5: 3 kg 500 g × 2 = … g
= 3.500 g × 2 = 7.000 g = 7 kg


📒 D. Pengukuran Volume dan Kapasitas

1. Satuan Volume

Satuan volume digunakan untuk mengukur isi atau kapasitas suatu benda/wadah.

text

        m³ (meter kubik)
         ↓ × 1.000
        dm³ (desimeter kubik) = liter
         ↓ × 1.000
        cm³ (sentimeter kubik) = mililiter

Aturan:

  • Turun 1 tangga × 1.000
  • Naik 1 tangga ÷ 1.000

2. Hubungan Satuan Volume

HubunganKeterangan
1 liter (L)= 1 dm³
1 mililiter (mL)= 1 cm³
1 L= 1.000 mL
1 m³= 1.000 L
1 L= 1.000 cm³

3. Konversi Satuan Volume

Contoh:

  • 3 L = 3 × 1.000 = 3.000 mL
  • 5.000 mL = 5.000 ÷ 1.000 = 5 L
  • 2 m³ = 2 × 1.000 = 2.000 L
  • 4 L = 4 × 1.000 = 4.000 cm³
  • 2.500 cm³ = 2.500 ÷ 1.000 = 2,5 L

4. Operasi Hitung Satuan Volume

Contoh 1: 2 L + 500 mL = … mL
= 2.000 mL + 500 mL = 2.500 mL = 2,5 L

Contoh 2: 3 L 250 mL + 1 L 750 mL = … L
= 3.250 mL + 1.750 mL = 5.000 mL = 5 L

Contoh 3: 5 L – 2 L 300 mL = … mL
= 5.000 mL – 2.300 mL = 2.700 mL = 2 L 700 mL

Contoh 4: 1,5 L × 4 = … mL
= 1.500 mL × 4 = 6.000 mL = 6 L


📕 E. Pengukuran Luas

1. Satuan Luas

text

        km² (kilometer persegi)
         ↓ × 100
        hm² (hektometer persegi)
         ↓ × 100
        dam² (dekameter persegi)
         ↓ × 100
         m² (meter persegi)
         ↓ × 100
        dm² (desimeter persegi)
         ↓ × 100
        cm² (sentimeter persegi)
         ↓ × 100
        mm² (milimeter persegi)

Aturan:

  • Turun 1 tangga × 100
  • Naik 1 tangga ÷ 100

2. Satuan Luas Lainnya

SatuanHubungan
1 hektar (ha)= 10.000 m²
1 are (a)= 100 m²
1 ha= 100 are

3. Konversi Satuan Luas

Contoh:

  • 2 m² = 2 × 10.000 = 20.000 cm²
  • 5.000 cm² = 5.000 ÷ 10.000 = 0,5 m²
  • 3 km² = 3 × 1.000.000 = 3.000.000 m²
  • 2 ha = 2 × 10.000 = 20.000 m²

4. Luas Bangun Datar

Bangun DatarRumus LuasContoh
PersegiL = s × ss = 5 cm → L = 5 × 5 = 25 cm²
Persegi PanjangL = p × lp=8 cm, l=6 cm → L=8×6=48 cm²
SegitigaL = ½ × a × ta=10 cm, t=8 cm → L=½×10×8=40 cm²
Jajar GenjangL = a × ta=12 cm, t=5 cm → L=12×5=60 cm²
TrapesiumL = ½ × (a+b) × ta=8, b=12, t=6 → L=½×20×6=60 cm²
LingkaranL = π × r²r=7 cm → L=22/7×7×7=154 cm²

📗 F. Pengukuran Keliling

Keliling = jumlah semua sisi bangun datar.

Bangun DatarRumus KelilingContoh
PersegiK = 4 × ss = 6 cm → K = 4 × 6 = 24 cm
Persegi PanjangK = 2 × (p + l)p=10, l=7 → K=2×(10+7)=34 cm
SegitigaK = a + b + ca=5, b=6, c=7 → K=5+6+7=18 cm
Jajar GenjangK = 2 × (a + b)a=8, b=5 → K=2×(8+5)=26 cm
LingkaranK = π × dd=14 cm → K=22/7×14=44 cm

📘 G. Pengukuran Volume Bangun Ruang

Volume = ukuran ruang yang ditempati bangun ruang.

Bangun RuangRumus VolumeContoh
KubusV = s × s × s = s³s = 5 cm → V = 5×5×5 = 125 cm³
BalokV = p × l × tp=8, l=6, t=4 → V=8×6×4=192 cm³
Prisma SegitigaV = ½ × a × t_alas × t_tinggia=6, t_alas=4, t=10 → V=½×6×4×10=120 cm³
LimasV = ⅓ × L_alas × tL_alas=25, t=9 → V=⅓×25×9=75 cm³

📙 H. Soal Cerita Pengukuran


Contoh 1 (Waktu):
Andi berangkat sekolah pukul 06.30 dan tiba pukul 07.15. Berapa lama perjalanan Andi?

Jawab:
07.15 – 06.30 = 45 menit


Contoh 2 (Panjang):
Sebuah papan kayu panjangnya 4 m 50 cm. Papan tersebut dipotong menjadi 3 bagian sama panjang. Berapa panjang setiap bagian?

Jawab:
4 m 50 cm = 450 cm
450 cm ÷ 3 = 150 cm = 1 m 50 cm


Contoh 3 (Berat):
Ibu membeli 3 kg gula pasir dan 500 gram tepung. Berat total belanjaan ibu adalah … gram.

Jawab:
3 kg = 3.000 g
3.000 g + 500 g = 3.500 g = 3,5 kg


Contoh 4 (Volume):
Sebuah akuarium berisi 8 L air. Ayah menuangkan 2.500 mL air ke dalam akuarium. Berapa volume air dalam akuarium sekarang?

Jawab:
8 L = 8.000 mL
8.000 mL + 2.500 mL = 10.500 mL = 10,5 L


Contoh 5 (Luas):
Kebun Pak Ahmad berbentuk persegi panjang dengan panjang 15 m dan lebar 10 m. Berapa luas kebun Pak Ahmad?

Jawab:
L = p × l = 15 × 10 = 150 m²


Contoh 6 (Volume):
Sebuah kardus berbentuk balok dengan panjang 20 cm, lebar 15 cm, dan tinggi 10 cm. Berapa volume kardus tersebut?

Jawab:
V = p × l × t = 20 × 15 × 10 = 3.000 cm³


📝 Rangkuman Rumus Pengukuran

AspekRumus/Konversi
Waktu1 jam = 60 menit, 1 menit = 60 detik
PanjangTurun × 10, Naik ÷ 10
BeratTurun × 10, Naik ÷ 10
Volume1 L = 1.000 mL, 1 m³ = 1.000 L
Luas PersegiL = s × s
Luas Persegi PanjangL = p × l
Keliling PersegiK = 4 × s
Keliling Persegi PanjangK = 2 × (p + l)
Volume KubusV = s × s × s
Volume BalokV = p × l × t

❓ Latihan Soal

  1. 3 jam 45 menit = … menit
  2. 5 km 250 m + 3 km 500 m = … m
  3. 4 kg 200 g – 2 kg 350 g = … g
  4. 6 L + 750 mL = … mL
  5. Sebuah meja berbentuk persegi panjang dengan panjang 120 cm dan lebar 80 cm. Berapa keliling dan luas meja tersebut?
  6. Sebuah kolam renang berbentuk balok dengan panjang 10 m, lebar 5 m, dan kedalaman 2 m. Berapa volume air yang dapat ditampung kolam tersebut?
  7. Ibu pergi ke pasar pukul 08.15 dan pulang pukul 10.45. Berapa lama Ibu di pasar?

Selamat belajar! 😊 Ada yang ingin ditanyakan tentang materi ini?

Bahan Ajar Matematika Kelas 4: Geometri Dasar – Bangun Datar

Berikut adalah materi lengkap tentang Geometri Dasar: Bangun Datar untuk kelas 4 SD berdasarkan Kurikulum Merdeka. Materi ini mencakup pengertian, sifat-sifat, jenis-jenis, hingga cara menghitung keliling dan luas berbagai bangun datar.


📘 A. Pengertian Bangun Datar

Bangun datar adalah bangun yang memiliki dua dimensi, yaitu panjang dan lebar (atau panjang dan tinggi), serta hanya memiliki luas dan keliling, tetapi tidak memiliki volume (tidak memiliki ruang/isi).

Bangun datar terbentuk dari titikgaris, dan sudut.

Ingat! Bangun datar ≠ Bangun ruang. Bangun datar itu rata/2D, sedangkan bangun ruang memiliki volume/3D.


📗 B. Unsur-Unsur Bangun Datar

Sebelum mempelajari jenis-jenis bangun datar, kita perlu memahami unsur-unsurnya:

UnsurPenjelasanLambang
TitikTempat pertemuan dua garis atau lebihTitik A, B, C, …
GarisDeretan titik yang memanjangGaris AB
SisiGaris yang membatasi bangun datarSisi AB, BC, …
SudutPertemuan dua sisi/garis∠A, ∠B, ∠C, …
DiagonalGaris yang menghubungkan dua titik sudut yang berhadapanAC, BD

📙 C. Jenis-Jenis Bangun Datar

Berikut adalah 8 bangun datar yang akan dipelajari di kelas 4:

1. Persegi (Bujur Sangkar)

Ciri-ciri/Sifat:

  • Memiliki 4 sisi yang sama panjang
  • Memiliki 4 sudut siku-siku (masing-masing 90°)
  • Memiliki 2 pasang sisi sejajar (AB // CD dan AD // BC)
  • Memiliki 2 diagonal yang sama panjang dan saling berpotongan tegak lurus
  • 4 simetri lipat
  • 4 simetri putar

Gambar:

text

    A _________ B
     |         |
     |         |
     |_________|
    D           C

Rumus:

  • Keliling (K): K = 4 × s (s = panjang sisi)
  • Luas (L): L = s × s = s²

Contoh:

  • Sisi persegi = 7 cm
  • K = 4 × 7 = 28 cm
  • L = 7 × 7 = 49 cm²

2. Persegi Panjang

Ciri-ciri/Sifat:

  • Memiliki 4 sisi (2 pasang sisi sama panjang)
  • Sisi yang berhadapan sama panjang (AB = CD dan AD = BC)
  • Memiliki 4 sudut siku-siku (masing-masing 90°)
  • Memiliki 2 pasang sisi sejajar (AB // CD dan AD // BC)
  • Memiliki 2 diagonal yang sama panjang
  • 2 simetri lipat
  • 2 simetri putar

Gambar:

text

    A _________ B
     |         |
     |         |
     |_________|
    D           C

Rumus:

  • Keliling (K): K = 2 × (p + l) atau K = 2p + 2l
    • p = panjang, l = lebar
  • Luas (L): L = p × l

Contoh:

  • Panjang = 12 cm, lebar = 8 cm
  • K = 2 × (12 + 8) = 2 × 20 = 40 cm
  • L = 12 × 8 = 96 cm²

3. Segitiga

Ciri-ciri/Sifat:

  • Memiliki 3 sisi
  • Memiliki 3 sudut
  • Jumlah ketiga sudutnya = 180°

Jenis-Jenis Segitiga Berdasarkan Panjang Sisi:

JenisCiriGambar
Segitiga Sama SisiKetiga sisi sama panjang, ketiga sudut = 60°
Segitiga Sama KakiDua sisi sama panjang, dua sudut sama besar
Segitiga SembarangKetiga sisi tidak ada yang sama panjang

Jenis-Jenis Segitiga Berdasarkan Besar Sudut:

JenisCiriGambar
Segitiga LancipKetiga sudutnya < 90°
Segitiga Siku-SikuSalah satu sudutnya = 90°
Segitiga TumpulSalah satu sudutnya > 90°

Rumus:

  • Keliling (K): K = a + b + c (jumlah semua sisi)
  • Luas (L): L = ½ × a × t
    • a = alas, t = tinggi (tegak lurus terhadap alas)

Contoh:

  • Segitiga dengan a = 10 cm, t = 6 cm, sisi miring = 8 cm
  • K = 10 + 6 + 8 = 24 cm
  • L = ½ × 10 × 6 = ½ × 60 = 30 cm²

4. Jajar Genjang

Ciri-ciri/Sifat:

  • Memiliki 4 sisi (2 pasang sisi sama panjang)
  • Memiliki 2 pasang sisi sejajar (AB // CD dan AD // BC)
  • Sudut yang berhadapan sama besar (∠A = ∠C, ∠B = ∠D)
  • Jumlah sudut yang berdekatan = 180°
  • Tidak memiliki simetri lipat
  • Memiliki 2 simetri putar

Gambar:

text

    A _________ B
    /          /
   /          /
  /__________/
 D           C

Rumus:

  • Keliling (K): K = 2 × (a + b) (a dan b adalah dua sisi yang berbeda)
  • Luas (L): L = a × t
    • a = alas, t = tinggi

Contoh:

  • Jajar genjang dengan a = 12 cm, b = 8 cm, t = 6 cm
  • K = 2 × (12 + 8) = 2 × 20 = 40 cm
  • L = 12 × 6 = 72 cm²

5. Belah Ketupat

Ciri-ciri/Sifat:

  • Memiliki 4 sisi yang sama panjang
  • Memiliki 2 pasang sisi sejajar
  • Sudut yang berhadapan sama besar
  • Memiliki 2 diagonal yang saling berpotongan tegak lurus
  • Diagonal-diagonalnya saling membagi sama panjang
  • 2 simetri lipat
  • 2 simetri putar

Gambar:

text

        A
       / \
      /   \
     B     D
      \   /
       \ /
        C

Rumus:

  • Keliling (K): K = 4 × s (s = panjang sisi)
  • Luas (L): L = ½ × d₁ × d₂
    • d₁ dan d₂ adalah diagonal-diagonalnya

Contoh:

  • Belah ketupat dengan s = 10 cm, d₁ = 12 cm, d₂ = 16 cm
  • K = 4 × 10 = 40 cm
  • L = ½ × 12 × 16 = ½ × 192 = 96 cm²

6. Layang-Layang

Ciri-ciri/Sifat:

  • Memiliki 2 pasang sisi yang sama panjang (tidak semua sisi sama)
  • Sepasang sisi yang sama panjang berdekatan
  • Memiliki 1 pasang sudut berhadapan yang sama besar
  • Memiliki 2 diagonal yang saling berpotongan tegak lurus
  • Salah satu diagonal membagi diagonal lainnya sama panjang
  • 1 simetri lipat

Gambar:

text

        A
       / \
      /   \
     B     D
      \   /
       \ /
        C

Rumus:

  • Keliling (K): K = 2 × (a + b) (a dan b adalah pasangan sisi yang berbeda)
  • Luas (L): L = ½ × d₁ × d₂
    • d₁ dan d₂ adalah diagonal-diagonalnya

Contoh:

  • Layang-layang dengan a = 8 cm, b = 12 cm, d₁ = 14 cm, d₂ = 10 cm
  • K = 2 × (8 + 12) = 2 × 20 = 40 cm
  • L = ½ × 14 × 10 = ½ × 140 = 70 cm²

7. Trapesium

Ciri-ciri/Sifat:

  • Memiliki 4 sisi
  • Memiliki sepasang sisi sejajar (hanya satu pasang)

Jenis-Jenis Trapesium:

JenisCiri
Trapesium Siku-SikuMemiliki 2 sudut siku-siku
Trapesium Sama KakiKedua sisi miringnya sama panjang
Trapesium SembarangTidak ada sisi yang sama panjang

Gambar:

text

    A _________ B
    /          \
   /            \
  /______________\
 D               C

Rumus:

  • Keliling (K): K = a + b + c + d (jumlah semua sisi)
  • Luas (L): L = ½ × (a + b) × t
    • a dan b = sisi yang sejajar, t = tinggi

Contoh:

  • Trapesium dengan a = 10 cm, b = 6 cm, t = 8 cm, c = 5 cm, d = 7 cm
  • K = 10 + 6 + 5 + 7 = 28 cm
  • L = ½ × (10 + 6) × 8 = ½ × 16 × 8 = 64 cm²

8. Lingkaran

Ciri-ciri/Sifat:

  • Tidak memiliki sisi (hanya memiliki keliling dan luas)
  • Tidak memiliki sudut
  • Memiliki pusat yang jaraknya sama ke semua titik di keliling
  • Memiliki jari-jari (r) = jarak pusat ke titik pada keliling
  • Memiliki diameter (d) = jarak dua titik pada keliling melalui pusat = 2 × r
  • π (phi) = 22/7 atau 3,14

Gambar:

text

         ____
       /      \
      |   O    |
       \ ____ /

Rumus:

  • Keliling (K): K = 2 × π × r atau K = π × d
  • Luas (L): L = π × r²

Contoh:

  • Lingkaran dengan r = 7 cm
  • K = 2 × 22/7 × 7 = 44 cm
  • L = 22/7 × 7 × 7 = 154 cm²

📒 D. Perbandingan Sifat Bangun Datar

SifatPersegiPersegi PanjangSegitigaJajar GenjangBelah KetupatLayang-layangTrapesiumLingkaran
Jumlah sisi4434444
Sisi sama panjang42 pasang0/2/32 pasang42 pasang0/1/2 pasang
Sudut siku-siku440/10000/20
Sisi sejajar2 pasang2 pasang02 pasang2 pasang1 pasang1 pasang

📕 E. Menghitung Keliling dan Luas Gabungan

Untuk menghitung keliling dan luas bangun datar gabungan, kita harus:

  1. Memecah bangun gabungan menjadi bangun-bangun dasar
  2. Menghitung keliling/luas masing-masing bagian
  3. Menjumlahkan hasil perhitungan

Contoh 1: Keliling Gabungan

text

    _______________
   |    persegi    |
   |    4 cm       |
   |               |   (gabungan persegi + persegi panjang)
   |               |
   |_______________|
   |               |
   |  persegi      |
   |  panjang      |
   |  8 cm × 4 cm  |
   |_______________|

K = 4 + 4 + 4 + 8 + 8 + 4 = 32 cm


Contoh 2: Luas Gabungan
Hitung luas bangun di atas:

Luas total = Luas persegi + Luas persegi panjang
= (4 × 4) + (8 × 4)
= 16 + 32 = 48 cm²


📗 F. Soal Cerita

Contoh 1:
Pak Budi memiliki sebidang tanah berbentuk persegi panjang dengan panjang 25 m dan lebar 15 m. Tanah tersebut akan dipasangi pagar di sekelilingnya. Berapa panjang pagar yang dibutuhkan? Berapa luas tanah Pak Budi?

Jawab:

  • Keliling = 2 × (25 + 15) = 2 × 40 = 80 m
  • Luas = 25 × 15 = 375 m²

Contoh 2:
Sebuah taman berbentuk lingkaran memiliki jari-jari 14 m. Di sekeliling taman akan dipasang lampu dengan jarak antar lampu 4 m. Berapa banyak lampu yang dibutuhkan? (Gunakan π = 22/7)

Jawab:

  • K = 2 × 22/7 × 14 = 2 × 44 = 88 m
  • Jumlah lampu = 88 ÷ 4 = 22 buah

Contoh 3:
Sebuah layang-layang memiliki diagonal 24 cm dan 18 cm. Berapa luas layang-layang tersebut?

Jawab:

  • L = ½ × 24 × 18 = ½ × 432 = 216 cm²

📙 G. Tabel Rumus Ringkas

Bangun DatarKelilingLuas
PersegiK = 4 × sL = s × s
Persegi PanjangK = 2 × (p + l)L = p × l
SegitigaK = a + b + cL = ½ × a × t
Jajar GenjangK = 2 × (a + b)L = a × t
Belah KetupatK = 4 × sL = ½ × d₁ × d₂
Layang-layangK = 2 × (a + b)L = ½ × d₁ × d₂
TrapesiumK = a + b + c + dL = ½ × (a + b) × t
LingkaranK = 2 × π × rL = π × r²

❓ Latihan Soal

  1. Hitung keliling dan luas persegi dengan sisi 15 cm!
  2. Hitung keliling dan luas persegi panjang dengan panjang 24 cm dan lebar 12 cm!
  3. Sebuah segitiga memiliki alas 16 cm dan tinggi 10 cm. Jika panjang sisi-sisinya 16 cm, 12 cm, dan 10 cm, hitung keliling dan luasnya!
  4. Jajar genjang memiliki alas 20 cm, tinggi 8 cm, dan sisi miring 12 cm. Hitung keliling dan luasnya!
  5. Belah ketupat memiliki sisi 13 cm, dan diagonal-diagonalnya 10 cm dan 24 cm. Hitung keliling dan luasnya!
  6. Sebuah taman berbentuk persegi panjang berukuran 30 m × 20 m. Di sekeliling taman akan ditanami pohon dengan jarak 2 m. Berapa banyak pohon yang dibutuhkan?
  7. Sebuah meja berbentuk lingkaran memiliki diameter 42 cm. Hitung keliling dan luas meja tersebut! (π = 22/7)

🎯 Tips Belajar

  1. Gambar bangun datarnya terlebih dahulu agar lebih mudah memahami
  2. Tuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan
  3. Pilih rumus yang tepat sesuai bangun datar
  4. Perhatikan satuan yang digunakan (cm, m, km, dll)
  5. Latihan soal secara rutin dari yang mudah ke yang sulit

Selamat belajar! 😊 Ada yang ingin ditanyakan tentang materi ini?

ahan Ajar Matematika Kelas 4: Geometri Lanjutan – Bangun Ruang

Berikut adalah materi lengkap tentang Geometri Lanjutan: Bangun Ruang untuk kelas 4 SD berdasarkan Kurikulum Merdeka. Materi ini mencakup pengertian, sifat-sifat, jenis-jenis, jaring-jaring, hingga cara menghitung volume berbagai bangun ruang.


📘 A. Pengertian Bangun Ruang

Bangun ruang adalah bangun yang memiliki tiga dimensi, yaitu panjanglebar, dan tinggi. Bangun ruang memiliki volume (isi) dan luas permukaan.

Perbedaan Bangun Datar vs Bangun Ruang:

  • Bangun Datar: 2D, hanya memiliki panjang dan lebar, memiliki luas dan keliling, tidak memiliki volume.
  • Bangun Ruang: 3D, memiliki panjang, lebar, dan tinggi, memiliki luas permukaan dan volume.

📗 B. Unsur-Unsur Bangun Ruang

UnsurPenjelasanContoh
SisiBidang datar yang membatasi bangun ruangSisi kubus berbentuk persegi
RusukGaris pertemuan dua sisiRusuk kubus (12 buah)
Titik SudutTitik pertemuan tiga rusuk atau lebihTitik sudut kubus (8 buah)
Diagonal SisiGaris diagonal pada permukaan sisiAC pada sisi kubus
Diagonal RuangGaris diagonal yang melintasi ruang dalam bangunAG pada kubus

📙 C. Jenis-Jenis Bangun Ruang

Berikut adalah 6 bangun ruang yang akan dipelajari di kelas 4:


1. Kubus

Ciri-ciri/Sifat:

  • Memiliki 6 sisi berbentuk persegi yang sama besar
  • Memiliki 12 rusuk yang sama panjang
  • Memiliki 8 titik sudut
  • Memiliki 12 diagonal sisi yang sama panjang
  • Memiliki 4 diagonal ruang yang sama panjang
  • Memiliki 6 bidang diagonal
  • Simetri lipat: 6
  • Simetri putar: 3

Gambar:

text

        H _________ G
       /|         /|
      / |        / |
     /  |       /  |
    E _________ F  |
    |   |      |   |
    |   D______|___ C
    |  /       |  /
    | /        | /
    |/_________|/
    A          B

Jaring-jaring Kubus:

text

    ┌───┬───┬───┐
    │   │   │   │
    ├───┼───┼───┤
    │   │   │   │
    ├───┼───┼───┤
    │   │   │   │
    └───┴───┴───┘

(Kubus memiliki 11 macam jaring-jaring yang berbeda)

Rumus:

  • Volume (V): V = s × s × s = s³
  • Luas Permukaan (Lp): Lp = 6 × s²
  • Panjang Rusuk: 12 × s

Contoh:

  • Kubus dengan s = 7 cm
  • V = 7 × 7 × 7 = 343 cm³
  • Lp = 6 × 7² = 6 × 49 = 294 cm²
  • Panjang semua rusuk = 12 × 7 = 84 cm

2. Balok

Ciri-ciri/Sifat:

  • Memiliki 6 sisi berbentuk persegi panjang (sisi yang berhadapan sama besar)
  • Memiliki 12 rusuk (3 kelompok rusuk yang sama panjang)
    • Panjang (p), lebar (l), tinggi (t)
  • Memiliki 8 titik sudut
  • Memiliki 12 diagonal sisi
  • Memiliki 4 diagonal ruang
  • Memiliki 6 bidang diagonal

Gambar:

text

        H _________ G
       /|         /|
      / |        / |
     /  |       /  |
    E _________ F  |
    |   |      |   |
    |   D______|___ C
    |  /       |  /
    | /        | /
    |/_________|/
    A          B

Jaring-jaring Balok:

text

    ┌───────────┬───────────┐
    │           │           │
    │           │           │
    ├───────────┼───────────┤
    │           │           │
    │           │           │
    └───────────┴───────────┘

Rumus:

  • Volume (V): V = p × l × t
  • Luas Permukaan (Lp): Lp = 2 × (p × l + p × t + l × t)
  • Panjang Rusuk: 4 × (p + l + t)

Contoh:

  • Balok dengan p = 10 cm, l = 6 cm, t = 4 cm
  • V = 10 × 6 × 4 = 240 cm³
  • Lp = 2 × (10×6 + 10×4 + 6×4) = 2 × (60 + 40 + 24) = 2 × 124 = 248 cm²
  • Panjang semua rusuk = 4 × (10 + 6 + 4) = 4 × 20 = 80 cm

3. Prisma Segitiga

Ciri-ciri/Sifat:

  • Memiliki 5 sisi:
    • 2 sisi berbentuk segitiga (alas dan tutup) yang sama dan sebangun
    • 3 sisi berbentuk persegi panjang (sisi tegak)
  • Memiliki 9 rusuk
  • Memiliki 6 titik sudut

Gambar:

text

        E
       /|\
      / | \
     /  |  \
    A___|___B
    |   |   |
    |   F   |
    |  / \  |
    | /   \ |
    |/_____\|
    D       C

Jaring-jaring Prisma Segitiga:

text

    ┌───────────┐
    │   segitiga │
    ├──────┬─────┤
    │      │     │
    │ persegi    │
    │ panjang    │
    ├──────┴─────┤
    │   segitiga │
    └───────────┘

Rumus:

  • Volume (V): V = Luas alas × tinggi_prisma
    • V = (½ × a × t_alas) × t_tinggi
  • Luas Permukaan (Lp): Lp = (2 × Luas alas) + (Keliling alas × tinggi_prisma)

Contoh:

  • Prisma segitiga dengan alas segitiga a = 6 cm, t_alas = 4 cm, t_prisma = 10 cm
  • Luas alas = ½ × 6 × 4 = 12 cm²
  • V = 12 × 10 = 120 cm³
  • Keliling alas = 6 + 5 + 5 = 16 cm (anggap sisi miring 5 cm)
  • Lp = (2 × 12) + (16 × 10) = 24 + 160 = 184 cm²

4. Limas

Ciri-ciri/Sifat:

  • Memiliki 1 sisi alas (berbentuk segi-n)
  • Memiliki n sisi tegak berbentuk segitiga
  • Memiliki n + 1 titik sudut
  • Memiliki 2n rusuk

Jenis Limas Berdasarkan Bentuk Alas:

Jenis LimasBentuk AlasJumlah SisiJumlah RusukJumlah Titik Sudut
Limas SegitigaSegitiga464
Limas SegiempatSegiempat585
Limas SegilimaSegilima6106

Gambar Limas Segiempat:

text

        T
       /|\
      / | \
     /  |  \
    /___|___\
   A    |    B
    \   |   /
     \  |  /
      \ | /
       \|/
        C

Jaring-jaring Limas Segiempat:

text

    ┌───┐
    │   │
    ├───┤
    │   │
    ├───┤
    │   │
    └───┘
    (dengan segitiga di setiap sisinya)

Rumus:

  • Volume (V): V = ⅓ × Luas alas × t_limas
  • Luas Permukaan (Lp): Lp = Luas alas + Jumlah luas sisi tegak

Contoh:

  • Limas segiempat dengan alas persegi s = 8 cm, t_limas = 9 cm
  • Luas alas = 8 × 8 = 64 cm²
  • V = ⅓ × 64 × 9 = 192 cm³

5. Tabung (Silinder)

Ciri-ciri/Sifat:

  • Memiliki 3 sisi:
    • 1 sisi alas berbentuk lingkaran
    • 1 sisi tutup berbentuk lingkaran (sama besar)
    • 1 sisi selimut berbentuk persegi panjang (jika dibentangkan)
  • Memiliki 2 rusuk (berbentuk lingkaran)
  • Tidak memiliki titik sudut

Gambar:

text

       ____
    /      \
   |   r    |
   |    O   |
    \ ____ /
     |     |
     |     |  ← tinggi (t)
     |     |
    /      \
   |        |
    \ ____ /

Jaring-jaring Tabung:

text

    ┌─────────────┐
    │  ○ (tutup)   │
    ├─────────────┤
    │   persegi    │
    │   panjang    │
    │   (selimut)  │
    ├─────────────┤
    │  ○ (alas)    │
    └─────────────┘

Rumus:

  • Volume (V): V = π × r² × t
  • Luas Permukaan (Lp): Lp = 2 × π × r × (r + t)
  • Luas Selimut: Lselimut = 2 × π × r × t

Contoh:

  • Tabung dengan r = 7 cm, t = 10 cm, π = 22/7
  • V = 22/7 × 7 × 7 × 10 = 1.540 cm³
  • Lp = 2 × 22/7 × 7 × (7 + 10) = 44 × 17 = 748 cm²
  • Lselimut = 2 × 22/7 × 7 × 10 = 440 cm²

6. Bola

Ciri-ciri/Sifat:

  • Memiliki 1 sisi berbentuk lengkung (sisi bola)
  • Tidak memiliki rusuk
  • Tidak memiliki titik sudut
  • Setiap titik pada permukaan bola memiliki jarak yang sama ke pusat (jari-jari)

Gambar:

text

       ____
    /      \
   |   O    |
    \ ____ /

Rumus:

  • Volume (V): V = ⁴⁄₃ × π × r³
  • Luas Permukaan (Lp): Lp = 4 × π × r²

Catatan: Untuk kelas 4, volume bola biasanya belum diajarkan secara mendalam, tetapi siswa diperkenalkan dengan bentuk dan sifat-sifatnya.

Contoh:

  • Bola dengan r = 7 cm, π = 22/7
  • Lp = 4 × 22/7 × 7 × 7 = 4 × 154 = 616 cm²

📒 D. Perbandingan Sifat Bangun Ruang

SifatKubusBalokPrisma SegitigaLimas SegiempatTabungBola
Jumlah Sisi665531
Bentuk SisiPersegiPersegi PanjangSegitiga + Persegi PanjangSegitiga + SegiempatLingkaran + Persegi PanjangLengkung
Jumlah Rusuk12129820
Jumlah Titik Sudut886500
Volumep × l × t½ × a × t_alas × t_prisma⅓ × L_alas × tπ × r² × t⁴⁄₃ × π × r³

📕 E. Jaring-Jaring Bangun Ruang

Jaring-jaring adalah rangkaian bangun datar yang jika dilipat akan membentuk bangun ruang tertentu.

1. Jaring-Jaring Kubus

Kubus memiliki 11 macam jaring-jaring yang berbeda. Salah satunya:

text

    ┌───┬───┬───┐
    │   │   │   │
    ├───┼───┼───┤
    │   │   │   │
    ├───┼───┼───┤
    │   │   │   │
    └───┴───┴───┘

2. Jaring-Jaring Balok

Balok memiliki beberapa macam jaring-jaring. Salah satunya:

text

    ┌───────────┬───────────┐
    │           │           │
    │           │           │
    ├───────────┼───────────┤
    │           │           │
    │           │           │
    └───────────┴───────────┘

3. Jaring-Jaring Prisma Segitiga

text

    ┌───────────┐
    │   △       │
    ├──────┬────┤
    │      │    │
    │ □    │ □  │
    │      │    │
    ├──────┴────┤
    │   △       │
    └───────────┘

4. Jaring-Jaring Limas Segiempat

text

        △
       /|\
      / | \
     /  |  \
    △___│___△
    |   |   |
    |   |   |
    △___|___△

5. Jaring-Jaring Tabung

text

    ┌─────────────┐
    │  ○           │
    ├─────────────┤
    │ □ □ □ □ □ □ │
    │ (persegi    │
    │  panjang)   │
    ├─────────────┤
    │  ○           │
    └─────────────┘

📗 F. Volume dan Luas Permukaan

1. Volume

Volume adalah ukuran ruang atau isi yang dapat ditempati oleh suatu bangun ruang.

Satuan Volume:

  • mm³, cm³, dm³, m³, km³
  • 1 L = 1 dm³
  • 1 mL = 1 cm³
Bangun RuangRumus Volume
KubusV = s × s × s = s³
BalokV = p × l × t
Prisma SegitigaV = ½ × a × t_alas × t_prisma
LimasV = ⅓ × L_alas × t_limas
TabungV = π × r² × t
BolaV = ⁴⁄₃ × π × r³

2. Luas Permukaan

Luas permukaan adalah jumlah luas seluruh sisi yang membatasi bangun ruang.

Bangun RuangRumus Luas Permukaan
KubusLp = 6 × s²
BalokLp = 2 × (p×l + p×t + l×t)
Prisma SegitigaLp = (2 × L_alas) + (K_alas × t)
LimasLp = L_alas + Jumlah L_sisi_tegak
TabungLp = 2 × π × r × (r + t)
BolaLp = 4 × π × r²

📘 H. Soal Cerita


Contoh 1 (Kubus):
Sebuah bak mandi berbentuk kubus dengan panjang rusuk 80 cm. Bak tersebut akan diisi air hingga penuh. Berapa liter air yang dibutuhkan?

Jawab:

  • V = 80 × 80 × 80 = 512.000 cm³
  • 1 L = 1.000 cm³
  • V = 512.000 ÷ 1.000 = 512 liter

Contoh 2 (Balok):
Sebuah kolam renang berbentuk balok dengan panjang 15 m, lebar 8 m, dan kedalaman 2 m. Berapa volume air yang dapat ditampung kolam tersebut?

Jawab:

  • V = 15 × 8 × 2 = 240 m³ = 240.000 L

Contoh 3 (Prisma):
Sebuah tenda berbentuk prisma segitiga dengan alas segitiga 6 m dan tinggi 4 m, serta panjang tenda 10 m. Berapa volume udara di dalam tenda?

Jawab:

  • Luas alas = ½ × 6 × 4 = 12 m²
  • V = 12 × 10 = 120 m³

Contoh 4 (Tabung):
Sebuah kaleng susu berbentuk tabung dengan jari-jari 7 cm dan tinggi 20 cm. Berapa volume susu yang dapat ditampung? (π = 22/7)

Jawab:

  • V = 22/7 × 7 × 7 × 20 = 3.080 cm³

📙 I. Tabel Rumus Ringkas

Bangun RuangVolumeLuas Permukaan
KubusV = s³Lp = 6s²
BalokV = p × l × tLp = 2(pl + pt + lt)
Prisma SegitigaV = ½ × a × t_alas × t_prismaLp = (2 × L_alas) + (K_alas × t)
LimasV = ⅓ × L_alas × tLp = L_alas + Jumlah L_sisi_tegak
TabungV = πr²tLp = 2πr(r + t)
BolaV = ⁴⁄₃πr³Lp = 4πr²

❓ Latihan Soal

  1. Hitung volume dan luas permukaan kubus dengan panjang rusuk 12 cm!
  2. Hitung volume dan luas permukaan balok dengan p = 15 cm, l = 8 cm, t = 6 cm!
  3. Sebuah prisma segitiga memiliki alas segitiga 10 cm, tinggi segitiga 8 cm, dan tinggi prisma 12 cm. Hitung volumenya!
  4. Limas segiempat memiliki alas persegi dengan sisi 14 cm dan tinggi limas 18 cm. Hitung volumenya!
  5. Sebuah tabung memiliki jari-jari 14 cm dan tinggi 25 cm. Hitung volume dan luas permukaannya! (π = 22/7)
  6. Sebuah akuarium berbentuk balok dengan panjang 60 cm, lebar 40 cm, dan tinggi 50 cm. Berapa liter air yang dapat ditampung?
  7. Sebuah kotak kado berbentuk kubus memiliki volume 216 cm³. Berapa panjang rusuk kotak kado tersebut?
  8. Gambarlah 2 macam jaring-jaring kubus yang berbeda!

🎯 Tips Belajar

  1. Pahami konsep terlebih dahulu, jangan hanya menghapal rumus
  2. Gambar bangun ruangnya untuk membantu visualisasi
  3. Gunakan benda nyata di sekitar (dadu, kotak, kaleng) sebagai contoh
  4. Perhatikan satuan yang digunakan (cm³, m³, L, dll)
  5. Latihan soal secara rutin dari yang mudah ke yang sulit
  6. Buat jaring-jaring dari kertas untuk memahami bentuk bangun ruang

Selamat belajar! 😊 Ada yang ingin ditanyakan tentang materi ini?

Bahan Ajar Matematika Kelas 4: Statistika dan Data

Berikut adalah materi lengkap tentang Statistika dan Data untuk kelas 4 SD berdasarkan Kurikulum Merdeka. Materi ini mencakup pengertian data, cara pengumpulan data, penyajian data dalam berbagai bentuk diagram, serta cara membaca dan menganalisis data.


📊 A. Pengertian Data dan Statistika

1. Apa Itu Data?

Data adalah kumpulan informasi atau keterangan yang diperoleh dari suatu pengamatan atau penelitian. Data dapat berupa angka (data kuantitatif) atau berupa keterangan (data kualitatif).

Contoh data dalam kehidupan sehari-hari:

  • Data nilai ulangan siswa
  • Data tinggi badan siswa
  • Data makanan favorit kelas
  • Data jumlah kendaraan yang lewat di jalan

2. Apa Itu Statistika?

Statistika adalah ilmu yang mempelajari tentang cara mengumpulkan, mengolah, menyajikan, dan menganalisis data untuk mengambil kesimpulan.

Kegiatan dalam statistika:

  1. Mengumpulkan data (melalui survei, wawancara, observasi)
  2. Mengolah data (mengurutkan, mengelompokkan)
  3. Menyajikan data (dalam tabel, diagram)
  4. Menganalisis data (mencari rata-rata, modus, dll)

📋 B. Cara Mengumpulkan Data

Data dapat dikumpulkan dengan beberapa cara:

CaraPenjelasanContoh
Survei/AngketMemberikan daftar pertanyaan kepada respondenMembagikan angket tentang makanan kesukaan
WawancaraBertanya langsung kepada narasumberBertanya kepada teman tentang hobinya
ObservasiMengamati langsung suatu kejadianMenghitung kendaraan yang lewat
TesMemberikan soal/ujian untuk mendapatkan dataMengambil nilai ulangan siswa
DokumentasiMengambil data dari sumber yang sudah adaMengambil data dari buku/arsip

Contoh Pengumpulan Data di Kelas:

Survei: “Olahraga Favorit Siswa Kelas 4”

Nama SiswaOlahraga Favorit
AndiSepak Bola
AniBulu Tangkis
BudiSepak Bola
CacaRenang
DediBasket
EllaBulu Tangkis
FahmiSepak Bola
GitaRenang
HariBulu Tangkis
IndahBasket

📊 C. Menyajikan Data

Data yang sudah dikumpulkan dapat disajikan dalam berbagai bentuk agar lebih mudah dibaca dan dipahami.


1. Tabel Data

Tabel adalah cara menyajikan data dalam bentuk baris dan kolom.

Contoh Tabel:

Olahraga FavoritJumlah Siswa
Sepak Bola12
Bulu Tangkis8
Renang6
Basket4
Total30

Contoh Tabel Nilai Ulangan:

NoNamaNilai
1Andi80
2Ani85
3Budi75
4Caca90
5Dedi80

2. Tabel Frekuensi (Tabel Distribusi Frekuensi)

Tabel frekuensi adalah tabel yang menunjukkan jumlah kemunculan setiap data.

Contoh: Data Nilai Ulangan 20 Siswa:
70, 80, 90, 70, 80, 85, 90, 75, 80, 85, 70, 80, 90, 80, 75, 85, 80, 90, 85, 80

Tabel Frekuensi:

NilaiTurusFrekuensi (Jumlah)
70III3
75II2
80IIIII I6
85IIII4
90IIII5
Total20

3. Diagram Batang

Diagram batang adalah penyajian data menggunakan batang-batang vertikal atau horizontal. Panjang/tinggi batang menunjukkan jumlah data.

Ciri-ciri diagram batang:

  • Setiap batang mewakili satu kategori
  • Tinggi batang menunjukkan nilai/frekuensi
  • Batang dapat vertikal atau horizontal

Contoh Diagram Batang (Data Olahraga Favorit):

text

Jumlah
 14 │
 12 │ ████
 10 │ ████
  8 │ ████ ████
  6 │ ████ ████ ████
  4 │ ████ ████ ████ ████
  2 │ ████ ████ ████ ████ ████
  0 └─────────────────────────
        SB    BT    R     B

Keterangan: SB = Sepak Bola, BT = Bulu Tangkis, R = Renang, B = Basket


4. Diagram Lingkaran

Diagram lingkaran adalah penyajian data dalam bentuk potongan-potongan lingkaran. Besar potongan menunjukkan proporsi data.

Catatan: Untuk kelas 4, diagram lingkaran biasanya diperkenalkan secara sederhana, belum memerlukan perhitungan sudut.

Contoh Diagram Lingkaran (Data Olahraga Favorit):

text

         Sepak Bola 40%
    ┌──────────────┐
   /     40%       \
  /  ╭──────────╮  \
  │ /   Bulu     \ │
  ││/   Tangkis  \││
  │││   27%      │││
  │││ ─────────── │││
  │││ 20%  Renang │││
  │││             │││
  ││╰─────────────╯││
  ││   13%  Basket  ││
  │╰───────────────╯│
   \               /
    \             /
     └───────────┘

5. Piktogram (Diagram Gambar)

Piktogram adalah penyajian data menggunakan gambar atau simbol. Setiap gambar mewakili jumlah tertentu.

Contoh Piktogram (Data Olahraga Favorit):

Olahraga FavoritPiktogramJumlah
Sepak Bola⚽⚽⚽⚽⚽⚽12
Bulu Tangkis🏸🏸🏸🏸8
Renang🏊🏊🏊6
Basket🏀🏀4

Keterangan: ⚽ = 2 siswa, 🏸 = 2 siswa, 🏊 = 2 siswa, 🏀 = 2 siswa


📈 D. Membaca dan Menganalisis Data

Setelah data disajikan, kita dapat membacanya dan mengambil informasi.

1. Cara Membaca Diagram Batang

Langkah-langkah:

  1. Perhatikan judul diagram
  2. Perhatikan keterangan sumbu x (kategori) dan sumbu y (nilai)
  3. Baca tinggi/panjang setiap batang

Pertanyaan untuk diagram batang:

  • Kategori apa yang paling banyak/paling sedikit?
  • Berapa jumlah data pada kategori tertentu?
  • Berapa total seluruh data?

Contoh Soal:

Perhatikan diagram batang data olahraga favorit di atas!
a. Olahraga apa yang paling disukai? (Sepak Bola)
b. Berapa jumlah siswa yang menyukai renang? (6 siswa)
c. Berapa jumlah seluruh siswa? (30 siswa)


2. Cara Membaca Tabel

Langkah-langkah:

  1. Baca judul tabel
  2. Perhatikan kolom dan baris
  3. Cari informasi yang dibutuhkan

Contoh Soal:

Perhatikan tabel nilai ulangan di atas!
a. Siapa yang mendapat nilai tertinggi? (Caca = 90)
b. Berapa nilai Dedi? (80)
c. Berapa rata-rata nilai? (82)


3. Cara Membaca Diagram Lingkaran

Langkah-langkah:

  1. Perhatikan judul diagram
  2. Perhatikan besar bagian yang diarsir
  3. Bandingkan bagian yang satu dengan yang lain

Contoh Soal:

Perhatikan diagram lingkaran olahraga favorit di atas!
a. Olahraga apa yang memiliki persentase terbesar? (Sepak Bola 40%)
b. Berapa persen siswa yang menyukai basket? (13%)


📊 E. Ukuran Pemusatan Data

1. Rata-rata (Mean)

Rata-rata adalah nilai yang diperoleh dari jumlah seluruh data dibagi dengan banyaknya data.

Rumus:

text

Rata-rata = Jumlah seluruh data ÷ Banyak data

Contoh: Hitung rata-rata nilai ulangan 5 siswa: 80, 85, 90, 75, 80

  • Jumlah seluruh data = 80 + 85 + 90 + 75 + 80 = 410
  • Banyak data = 5
  • Rata-rata = 410 ÷ 5 = 82

Contoh Soal Cerita:

Nilai ulangan Matematika 8 siswa adalah: 70, 80, 85, 75, 90, 85, 80, 75. Berapa rata-rata nilai tersebut?

Jawab:

  • Jumlah = 70 + 80 + 85 + 75 + 90 + 85 + 80 + 75 = 640
  • Banyak data = 8
  • Rata-rata = 640 ÷ 8 = 80

2. Modus

Modus adalah data yang paling sering muncul atau memiliki frekuensi tertinggi.

Contoh: Data: 80, 85, 90, 75, 80, 85, 80, 90

  • 80 muncul 3 kali
  • 85 muncul 2 kali
  • 90 muncul 2 kali
  • 75 muncul 1 kali

Modus = 80 (karena paling sering muncul)

Catatan: Jika ada dua data yang sama-sama sering muncul, disebut bimodal. Jika semua data muncul sama banyak, maka tidak ada modus.


3. Median (Nilai Tengah)

Median adalah nilai tengah setelah data diurutkan dari yang terkecil hingga terbesar.

Jika jumlah data ganjil: Ambil nilai yang tepat di tengah.
Jika jumlah data genap: Ambil rata-rata dua nilai tengah.

Contoh 1 (Data ganjil): 75, 80, 80, 85, 90

  • Data diurutkan: 75, 80, 80, 85, 90
  • Nilai tengah = data ke-3 = 80

Contoh 2 (Data genap): 75, 80, 85, 85, 90, 90

  • Data diurutkan: 75, 80, 85, 85, 90, 90
  • Dua nilai tengah = data ke-3 = 85 dan data ke-4 = 85
  • Median = (85 + 85) ÷ 2 = 85

4. Jangkauan (Range)

Jangkauan adalah selisih antara data terbesar dan data terkecil.

Rumus:

text

Jangkauan = Data terbesar - Data terkecil

Contoh: Data: 70, 80, 85, 75, 90, 85, 80, 75

  • Data terbesar = 90
  • Data terkecil = 70
  • Jangkauan = 90 – 70 = 20

📋 F. Tabel Ringkas Ukuran Pemusatan Data

UkuranPengertianCara Mencari
Rata-rata (Mean)Nilai rata-rata dari seluruh dataJumlah seluruh data ÷ Banyak data
ModusData yang paling sering munculCari data dengan frekuensi tertinggi
MedianNilai tengah dari data terurutData tengah (ganjil) atau rata-rata dua nilai tengah (genap)
JangkauanSelisih data terbesar dan terkecilData terbesar – Data terkecil

📊 G. Contoh Lengkap Analisis Data

Data:
Berikut adalah nilai ulangan Matematika 10 siswa:
85, 70, 95, 80, 90, 75, 85, 80, 95, 85

Urutan data dari terkecil ke terbesar:
70, 75, 80, 80, 85, 85, 85, 90, 95, 95

AnalisisPerhitunganHasil
Jumlah data70+75+80+80+85+85+85+90+95+95840
Rata-rata840 ÷ 1084
Modus85 muncul 3 kali (paling sering)85
MedianData ke-5 dan ke-6 = 85 dan 8585
Jangkauan95 – 7025

📘 H. Soal Cerita


Contoh 1 (Rata-rata):
Ibu membeli 5 kg gula, 3 kg tepung, 4 kg beras, dan 8 kg telur. Berapa rata-rata berat belanjaan Ibu?

Jawab:

  • Jumlah = 5 + 3 + 4 + 8 = 20 kg
  • Banyak data = 4 jenis
  • Rata-rata = 20 ÷ 4 = 5 kg

Contoh 2 (Modus):
Data tinggi badan 8 siswa: 140 cm, 145 cm, 140 cm, 150 cm, 145 cm, 140 cm, 155 cm, 145 cm
Berapa modus dari data tersebut?

Jawab:

  • 140 cm muncul 3 kali
  • 145 cm muncul 3 kali
  • 150 cm muncul 1 kali
  • 155 cm muncul 1 kali

Modus = 140 cm dan 145 cm (bimodal, karena sama-sama muncul 3 kali)


Contoh 3 (Median):
Data nilai ulangan: 80, 90, 70, 85, 95, 75, 85
Berapa mediannya?

Jawab:

  • Diurutkan: 70, 75, 80, 85, 85, 90, 95
  • Data ke-4 = 85
  • Median = 85

Contoh 4 (Jangkauan):
Suhu udara selama seminggu: 28°C, 30°C, 29°C, 32°C, 27°C, 31°C, 33°C
Berapa jangkauan suhu?

Jawab:

  • Data terbesar = 33°C
  • Data terkecil = 27°C
  • Jangkauan = 33 – 27 = 6°C

📙 I. Soal Latihan

Data untuk soal nomor 1-5:
Berikut adalah data olahraga favorit siswa kelas 4A:

NoOlahraga FavoritJumlah Siswa
1Sepak Bola15
2Bulu Tangkis10
3Renang8
4Basket7
5Voli5
  1. Berapa jumlah seluruh siswa yang mengikuti survei?
  2. Olahraga apa yang paling disukai?
  3. Olahraga apa yang paling tidak disukai?
  4. Berapa selisih siswa yang menyukai sepak bola dan voli?
  5. Buatlah diagram batang dari data di atas!

Data untuk soal nomor 6-10:
Nilai ulangan IPA 8 siswa: 75, 90, 85, 80, 75, 85, 90, 80

  1. Urutkan data dari yang terkecil ke terbesar!
  2. Berapa rata-rata nilai ulangan IPA?
  3. Berapa modus dari data tersebut?
  4. Berapa median dari data tersebut?
  5. Berapa jangkauan data tersebut?

🎯 Tips Belajar Statistika

  1. Pahami setiap istilah (data, rata-rata, modus, median, jangkauan)
  2. Perhatikan langkah-langkah dalam menyajikan data
  3. Latihan membaca diagram secara rutin
  4. Kaitkan dengan kehidupan sehari-hari (nilai ulangan, tinggi badan, makanan favorit)
  5. Teliti dalam menghitung, terutama untuk data yang banyak

Selamat belajar! 😊 Ada yang ingin ditanyakan tentang materi ini?

Bahan Ajar Matematika Kelas 4: Pola Gambar dan Pola Bilangan

Berikut adalah materi lengkap tentang Pola Gambar dan Pola Bilangan untuk kelas 4 SD berdasarkan Kurikulum Merdeka. Materi ini mencakup pengertian pola, jenis-jenis pola bilangan, pola gambar, serta cara menentukan suku berikutnya dalam suatu pola.


🧩 A. Pengertian Pola

Pola adalah susunan atau urutan yang teratur dan memiliki aturan tertentu. Pola dapat ditemukan dalam bentuk angka (pola bilangan) maupun dalam bentuk gambar/bentuk (pola gambar).

Tujuan mempelajari pola:

  • Melatih kemampuan berpikir logis dan sistematis
  • Mampu memprediksi urutan berikutnya
  • Memahami keteraturan dalam matematika
  • Mengembangkan kemampuan pemecahan masalah

Contoh pola dalam kehidupan sehari-hari:

  • Susunan ubin di lantai
  • Motif batik
  • Susunan kursi di ruangan
  • Tangga nada pada lagu
  • Tanggal pada kalender

🔢 B. Pola Bilangan

Pola bilangan adalah susunan angka-angka yang memiliki aturan atau pola tertentu. Dengan memahami polanya, kita dapat menentukan angka selanjutnya.


1. Pola Bilangan Genap

Ciri: Bilangan genap adalah bilangan yang habis dibagi 2. Polanya: selalu +2.

Bilangan genap: 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, …

text

    +2   +2   +2   +2   +2
 2 ───→ 4 ───→ 6 ───→ 8 ───→ 10 ───→ 12

Rumus suku ke-n: Un = 2n

Contoh:

  • Suku ke-5 = 2 × 5 = 10
  • Suku ke-8 = 2 × 8 = 16

2. Pola Bilangan Ganjil

Ciri: Bilangan ganjil adalah bilangan yang tidak habis dibagi 2. Polanya: selalu +2.

Bilangan ganjil: 1, 3, 5, 7, 9, 11, 13, …

text

    +2   +2   +2   +2   +2
 1 ───→ 3 ───→ 5 ───→ 7 ───→ 9 ───→ 11

Rumus suku ke-n: Un = 2n – 1

Contoh:

  • Suku ke-5 = 2 × 5 – 1 = 9
  • Suku ke-8 = 2 × 8 – 1 = 15

3. Pola Bilangan Kelipatan

Pola kelipatan adalah pola bilangan dengan penambahan yang tetap.

Contoh 1: Kelipatan 3
3, 6, 9, 12, 15, 18, …

text

    +3   +3   +3   +3   +3
 3 ───→ 6 ───→ 9 ───→ 12 ───→ 15 ───→ 18

Contoh 2: Kelipatan 5
5, 10, 15, 20, 25, 30, …

text

    +5   +5   +5   +5   +5
 5 ───→ 10 ───→ 15 ───→ 20 ───→ 25 ───→ 30

4. Pola Bilangan Bertingkat (Penambahan Bertambah)

Ciri: Selisih antar suku tidak tetap, tetapi selisih dari selisihnya tetap (pola bertingkat).

Contoh: 1, 3, 6, 10, 15, 21, …

text

    +2   +3   +4   +5   +6
 1 ───→ 3 ───→ 6 ───→ 10 ───→ 15 ───→ 21
    └───┘   └───┘   └───┘   └───┘
     +1      +1      +1      +1  (selisihnya bertambah 1)

Pola ini disebut bilangan segitiga.


Contoh lain: 2, 5, 9, 14, 20, …

text

    +3   +4   +5   +6
 2 ───→ 5 ───→ 9 ───→ 14 ───→ 20
    └───┘   └───┘   └───┘
     +1      +1      +1  (selisihnya bertambah 1)

5. Pola Bilangan Perkalian

Ciri: Pola dengan mengalikan suatu bilangan tetap.

Contoh 1: Dikali 2 (pola pangkat dua)
1, 2, 4, 8, 16, 32, …

text

    ×2   ×2   ×2   ×2   ×2
 1 ───→ 2 ───→ 4 ───→ 8 ───→ 16 ───→ 32

Contoh 2: Dikali 3
1, 3, 9, 27, 81, …

text

    ×3   ×3   ×3   ×3
 1 ───→ 3 ───→ 9 ───→ 27 ───→ 81

6. Pola Bilangan Fibonacci

Ciri: Suku berikutnya diperoleh dari penjumlahan dua suku sebelumnya.

Contoh: 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, …

text

     1 + 1  1 + 2  2 + 3  3 + 5  5 + 8  8 + 13
 1, 1, ───→ 2 ───→ 3 ───→ 5 ───→ 8 ───→ 13 ───→ 21

Contoh lain: 2, 3, 5, 8, 13, 21, …

text

2 + 3 = 5
3 + 5 = 8
5 + 8 = 13
8 + 13 = 21

7. Pola Bilangan Menurun

Ciri: Pola dengan pengurangan yang tetap.

Contoh 1: 30, 27, 24, 21, 18, …

text

    -3   -3   -3   -3
 30 ───→ 27 ───→ 24 ───→ 21 ───→ 18

Contoh 2: 50, 45, 40, 35, 30, …

text

    -5   -5   -5   -5
 50 ───→ 45 ───→ 40 ───→ 35 ───→ 30

8. Pola Bilangan Kombinasi

Ciri: Pola dengan operasi bergantian (tambah, kali, dll).

Contoh: 1, 2, 4, 5, 10, 11, …

text

    +1   ×2   +1   ×2   +1
 1 ───→ 2 ───→ 4 ───→ 5 ───→ 10 ───→ 11

ext

    +1   ×2   +1   ×2   +1
 1 ───→ 2 ───→ 4 ───→ 5 ───→ 10 ───→ 11

Contoh: 2, 3, 6, 7, 14, 15, …

text

    +1   ×2   +1   ×2   +1
 2 ───→ 3 ───→ 6 ───→ 7 ───→ 14 ───→ 15

🎨 C. Pola Gambar

Pola gambar adalah susunan bentuk atau gambar yang berulang secara teratur. Pola gambar dapat berupa pola berulang (siklus) atau pola bertambah (membentuk pola tertentu).


1. Pola Gambar Berulang (Siklus)

Ciri: Gambar berulang dengan urutan yang sama.

Contoh 1: 🔴🔵🟢🔴🔵🟢🔴🔵🟢…

text

   🔴 → 🔵 → 🟢 → 🔴 → 🔵 → 🟢 → ...

Setiap 3 gambar berulang (🔴, 🔵, 🟢).

Pertanyaan: Warna ke-10 adalah?

  • 10 ÷ 3 = 3 sisa 1 → Urutan ke-1 = 🔴

Contoh 2: ⭐🌙⭐🌙⭐🌙⭐🌙…

text

   ⭐ → 🌙 → ⭐ → 🌙 → ⭐ → 🌙 → ...

Setiap 2 gambar berulang (⭐, 🌙).

Pertanyaan: Bentuk ke-15 adalah?

  • 15 ÷ 2 = 7 sisa 1 → Urutan ke-1 = ⭐

2. Pola Gambar Bertambah

Ciri: Jumlah gambar bertambah dengan aturan tertentu.

Contoh 1: Pola segitiga

text

▲        ▲▲      ▲▲▲      ▲▲▲▲
(1)      (2)      (3)       (4)

Aturan: Setiap pola bertambah 1 segitiga di setiap baris.
Jumlah segitiga: 1, 3, 6, 10, … (bilangan segitiga)

Contoh 2: Pola persegi

text

■        ■■      ■■■      ■■■■
(1)      (2)      (3)       (4)

Aturan: Setiap pola bertambah 1 persegi di setiap baris.
Jumlah persegi: 1, 4, 9, 16, … (bilangan kuadrat/persegi)

Rumus: Jumlah pola ke-n = n²

Contoh 3: Pola tangga

text

■            ■
■■        →  ■■
          →  ■■■
(1)      (2)      (3)

Aturan: Setiap pola bertambah 1 baris di bawah.
Jumlah: 1, 3, 6, 10, … (bilangan segitiga)


3. Pola Gambar Kombinasi

Contoh: ⭐🔴⭐🔵⭐🟢⭐🔴⭐🔵…

text

   ⭐ → 🔴 → ⭐ → 🔵 → ⭐ → 🟢 → ⭐ → 🔴 → ⭐ → 🔵 → ...

Pola: ⭐ selalu muncul di setiap 2 langkah, dan warna berputar (🔴, 🔵, 🟢, …)

Pertanyaan: Gambar ke-12 adalah?

  • Urutan ke-1: ⭐
  • Urutan ke-2: 🔴
  • Urutan ke-3: ⭐
  • Urutan ke-4: 🔵
  • Urutan ke-5: ⭐
  • Urutan ke-6: 🟢
  • Urutan ke-7: ⭐
  • Urutan ke-8: 🔴
  • Urutan ke-9: ⭐
  • Urutan ke-10: 🔵
  • Urutan ke-11: ⭐
  • Urutan ke-12: 🟢 → 🟢

📊 D. Tabel Pola Bilangan dan Rumusnya

PolaContohAturanSuku ke-n
Bilangan Asli1, 2, 3, 4, 5, …+1Un = n
Bilangan Genap2, 4, 6, 8, 10, …+2Un = 2n
Bilangan Ganjil1, 3, 5, 7, 9, …+2Un = 2n-1
Kelipatan 33, 6, 9, 12, 15, …+3Un = 3n
Kelipatan 55, 10, 15, 20, 25, …+5Un = 5n
Bilangan Kuadrat1, 4, 9, 16, 25, …+3,+5,+7,+9,…Un = n²
Bilangan Segitiga1, 3, 6, 10, 15, …+2,+3,+4,+5,…Un = n(n+1)/2
Pola Pangkat 22, 4, 8, 16, 32, …×2Un = 2ⁿ
Fibonacci1, 1, 2, 3, 5, 8, …Suku = jumlah 2 suku sebelumnya

📝 E. Cara Menentukan Suku Berikutnya

Langkah-langkah:

  1. Amati pola yang ada
  2. Cari aturan dari pola tersebut (penambahan, pengurangan, perkalian, pembagian, atau kombinasi)
  3. Terapkan aturan untuk mencari suku berikutnya

Contoh Soal dan Penyelesaian

Contoh 1:
Tentukan 3 bilangan berikutnya dari pola: 3, 8, 13, 18, …

Jawab:

  • Perhatikan selisih antar suku: 8-3=5, 13-8=5, 18-13=5
  • Aturan: +5
  • 3 suku berikutnya: 18+5=23, 23+5=28, 28+5=33
  • Pola: 3, 8, 13, 18, 23, 28, 33

Contoh 2:
Tentukan 3 bilangan berikutnya dari pola: 2, 6, 12, 20, …

Jawab:

  • Perhatikan selisih antar suku: 6-2=4, 12-6=6, 20-12=8
  • Selisihnya: +4, +6, +8 (bertambah 2)
  • 3 suku berikutnya:
    • Suku ke-5: 20 + 10 = 30
    • Suku ke-6: 30 + 12 = 42
    • Suku ke-7: 42 + 14 = 56
  • Pola: 2, 6, 12, 20, 30, 42, 56

Contoh 3:
Tentukan 3 bilangan berikutnya dari pola: 1, 2, 4, 8, …

Jawab:

  • Perhatikan: 2=1×2, 4=2×2, 8=4×2
  • Aturan: ×2
  • 3 suku berikutnya: 8×2=16, 16×2=32, 32×2=64
  • Pola: 1, 2, 4, 8, 16, 32, 64

Contoh 4:
Tentukan 3 bilangan berikutnya dari pola: 80, 40, 20, 10, …

Jawab:

  • Perhatikan: 40=80÷2, 20=40÷2, 10=20÷2
  • Aturan: ÷2
  • 3 suku berikutnya: 10÷2=5, 5÷2=2.5, 2.5÷2=1.25
  • Pola: 80, 40, 20, 10, 5, 2.5, 1.25

Contoh 5:
Tentukan 2 bilangan berikutnya dari pola: 1, 4, 9, 16, 25, …

Jawab:

  • Ini adalah pola bilangan kuadrat: 1²=1, 2²=4, 3²=9, 4²=16, 5²=25
  • 2 suku berikutnya: 6²=36, 7²=49
  • Pola: 1, 4, 9, 16, 25, 36, 49

Contoh 6:
Tentukan 2 bilangan berikutnya dari pola: 1, 1, 2, 3, 5, 8, …

Jawab:

  • Ini adalah pola Fibonacci: suku = jumlah 2 suku sebelumnya
  • 1+1=2, 1+2=3, 2+3=5, 3+5=8
  • 2 suku berikutnya: 5+8=13, 8+13=21
  • Pola: 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21

Contoh 7:
Tentukan 3 gambar berikutnya: 🔺🔵🔺🟢🔺🔴🔺🔵…

Jawab:

  • Perhatikan: 🔺 selalu muncul di setiap 2 langkah (pola ganjil)
  • Warna berputar: 🔵, 🟢, 🔴, 🔵, … (berulang setiap 3 warna)
  • 3 gambar berikutnya:
    • Urutan ke-9: 🔺 (ganjil)
    • Urutan ke-10: 🟢 (karena warna ke-2 pada urutan genap)
    • Urutan ke-11: 🔺 (ganjil)
  • Pola: 🔺🔵🔺🟢🔺🔴🔺🔵, 🔺, 🟢, 🔺

📘 F. Soal Cerita Pola


Contoh 1:
Sebuah toko menjual telur dengan susunan: 3, 6, 9, 12, … Jika pola terus berlanjut, berapa banyak telur pada susunan ke-10?

Jawab:

  • Pola: 3, 6, 9, 12, … (kelipatan 3)
  • Un = 3n
  • U₁₀ = 3 × 10 = 30 telur

Contoh 2:
Andi mengelompokkan kelereng:

text

Pola 1: ●
Pola 2: ●●
        ●●
Pola 3: ●●●
        ●●●
        ●●●

Jika pola terus berlanjut, berapa banyak kelereng pada pola ke-7?

Jawab:

  • Jumlah kelereng: 1, 4, 9, … (bilangan kuadrat)
  • Rumus: n²
  • Pola ke-7 = 7² = 49 kelereng

Contoh 3:
Seorang petani menanam pohon dengan pola:

text

Baris 1: 🌳
Baris 2: 🌳🌳
Baris 3: 🌳🌳🌳
Baris 4: 🌳🌳🌳🌳

Berapa total pohon yang ditanam sampai baris ke-10?

Jawab:

  • Jumlah pohon per baris: 1, 2, 3, 4, …
  • Total sampai baris ke-10 = 1+2+3+4+5+6+7+8+9+10 = 55 pohon
  • Rumus: n(n+1)/2 = 10×11/2 = 55

📗 G. Tabel Ringkas

Jenis PolaCiriContoh
Pola +Selisih tetap2, 4, 6, 8, …
Pola –Pengurangan tetap30, 25, 20, 15, …
Pola ×Perkalian tetap2, 4, 8, 16, …
Pola ÷Pembagian tetap81, 27, 9, 3, …
Pola BertingkatSelisih berubah beraturan1, 3, 6, 10, …
Pola FibonacciJumlah 2 suku sebelumnya1, 1, 2, 3, 5, …
Pola Kombinasi+, ×, +, ×, …1, 2, 4, 5, 10, …
Pola BerulangBerulang dengan periode tertentu🔴🔵🟢🔴🔵🟢…

❓ Latihan Soal

A. Pola Bilangan

Tentukan 2 bilangan berikutnya dari pola berikut:

  1. 5, 10, 15, 20, …
  2. 1, 4, 7, 10, …
  3. 2, 6, 18, 54, …
  4. 100, 90, 80, 70, …
  5. 1, 2, 4, 7, 11, …
  6. 1, 1, 2, 3, 5, …
  7. 1, 8, 27, 64, …
  8. 2, 3, 6, 7, 14, 15, …

B. Pola Gambar

  1. Tentukan gambar ke-12 dari pola: 🔶🔷🔶🔷🔶🔷…
  2. Tentukan gambar ke-15 dari pola: 🌸🌻🌺🌸🌻🌺…
  3. Tentukan gambar ke-20 dari pola: ★◇★▽★◇★▽…

C. Soal Cerita

  1. Dina membuat pola dengan kertas lipat: 1, 4, 9, 16, … Berapa jumlah kertas pada pola ke-8?
  2. Sebuah tangga memiliki anak tangga:

text

Tangga 1: 1 anak tangga
Tangga 2: 3 anak tangga
Tangga 3: 6 anak tangga

Berapa anak tangga pada tangga ke-10?

  1. Ibu membuat pola kalung: manik merah, biru, kuning, merah, biru, kuning, … Jika manik ke-22, apa warnanya?
  2. Sebuah taman memiliki pola bunga:

text

Pola 1: 🌸
Pola 2: 🌸🌸
        🌸🌸
Pola 3: 🌸🌸🌸
        🌸🌸🌸
        🌸🌸🌸

Jika pola terus berlanjut, pada pola ke-6 berapa jumlah bunganya?


🎯 Tips Belajar

Latihan rutin dengan berbagai jenis pola

Amati dengan teliti aturan dari suatu pola

Tulis selisih antar suku untuk menemukan pola

Coba semua kemungkinan (+, -, ×, ÷, atau kombinasi)

Buat tabel jika diperlukan untuk pola yang kompleks

Gambar pola untuk membantu visualisasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *